Waspadai, Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Polda NTB

Karo SDM Polda NTB Kombes Pol Eka Satria Bhakti saat memberikan arahan

Mataram – Tiga bulan menjabat Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Karo SDM Polda NTB) mengaku sudah banyak penipuan, diantaranya terkait oknum yang mengaku orang dekat Pejabat Polda NTB, hal ini disampaikan  dan Karo SDM Polda NTB  Komisaris Besar Polisi Eka Satria Bhakti, S.I.K. dalam dihadapan seluruh anggota Mapolda NTB Rabu, (7/3) pagi ini di Lapangan Gajahmada.

Menurutnya, tidak sedikit penipuan dengan iming-iming tertentu dan bahkan ada masyarakat sudah tertipu dengan mentransfer sejumlah uang dan saat ini sudah melaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB. Anehnya, fenomena perkembangan IT pada sistem penerimaan pendaftaran online, bisa diketahui oleh orang umum.

“Maraknya penipuan yang terjadi saat ini adalah berkaitan erat dengan seleksi pendidikan dan pengembangan (Dikbang), mulai dari rekrutmen Sekolah Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), Sekolah Inspektur Polisi (SIP), Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Pertama (Sespima) sampai pada seleksi Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Menengah (Sespimen) dan juga penipuan terjadi karena adanya mutasi pejabat di Lingkungan Polri”. Ungkapnya.

Karenanya Kombes Pol Eka berharap,  agar anggota Polri khususnya Polda NTB dan masyarakat umum untuk waspadai oknum tidak bertanggungjawab yang berusaha menelpon mengaku pejabat kepada anggota yang mengikuti seleksi dan bahkan yang tidak lulus mengatasnamakan Karo SDM dan pejabat terkait dengan iming-iming dan janji tertentu.

“Tidak sedikit penipuan berasal dari luar daerah seperti yang baru-baru ini,  setelah dilakukan pengecekan ternyata pelakunya berada di Cirebon dan Makasar” kisahnya.

Sekali lagi Karo SDM mengajak seluruh anggota agar tetap waspada dan selektif, agar jangan sampai kena tipu dengan macam-macam modus, terutama pada masa transisi pergantian pejabat dan masa seleksi, karena banyak orang yang mengaku dekat dengan pejabat.

“Bila berhadapan dengan hal ini agar cepat diatensi dan segera melaporkan untuk segera dilakukan pelacakan dan diproses” pungkasnya.

Terkait dengan pelaksanaan seleksi yang telah dilaksanakan menurutnya, apapun yang dilakukan, panitia telah bekerja maksimal untuk menaati prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) dan hasilnya bersih dan transparat, sehingga yang lulus adalah merupakan hasil dari kemampuan sendiri.

“Pembenahan sistem akan terus dilakukan, sehingga ke depan tidak ada lagi yang berani melakukan aksi pelanggaran yang merugikan orang lain” tegasnya. (*jo)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close