Polres Loteng, Imbau Warung Tidak Menjual “Komix” Berlebihan Kepada Anak

Lombok Tengah – Maraknya penyalahgunaan obat batuk “Komix” di kalangan pelajar secara berlebihan cukup meresahkan masyarakat Lombok Tengah .

Seperti halnya kejadian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cukup memprihatinkan. Dimana anak-anak mengkonsumsi 30 sachet obat komix, akibatnya berdampak kepada pelaku kehilangan akal seperti orang mabuk.

“Akhir-akhir ini penyalahgunaan obat komix secara berlebihan di masyarakat mulai marak. Oleh sebab itu kita imbau kepada warung untuk tidak menjual obat batuk komix secara berlebihan kepada anak atau para pelajar,” ujar Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rochman melalui Kasatresnarkoba, AKP Muhaemin di kantornya, Jumat (2/3).

Dijelaskan, mengkonsumsi obat batuk komix dengan jumlah besar atau berlebihan bisa mengakibatkan pengkomsumsi menjadi mabok. Selain itu juga, bisa mengganggu kesehatan seperti merusak hati, ginjal dan yang lebih membahayakan tentu akan mengurangi daya pikir, daya ingat, serta dapat menimbulkan kematian jika di konsumsi secara terus menerus.

“Kasus seperti itu belum ada di Lombok Tengah. Namun, kita tetap imbau warga tidak menjual obat komix kepada anak secara berlebihan,” tegasnya

Dikatakan, pihaknya belum bisa melakukan penindakan terhadap para penjual obat komix yang ada di warung maupun apotik.  Karena belum ada dasar hukum mengenai penyalahgunaan obat batuk komix tersebut. Sehingga pihaknya untuk sementara hanya bisa menghibau para pedagang eceran atau kios di kampung untuk tidak menjual komix kepada anak-anak sekolah dalam jumlah besar.

“Belum ada payung hukum yang mengatur tentang penyalahgunaan obat batuk komit ini,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close