Beras Sejahtra Di KLU ‘Dikentit’ Pelaku Ditangkap Polisi

Mataram – Jajaran Reskrim Polres Lombok Utara berhasil meringkus empat pelaku yang diduga menjadi otak dibalik penggelapan Beras Kesejahteraan (Rastra). Mereka diamankan aparat pada Selasa (20/2), sekitar pukul 17/30 Wita di Kecamatan Tanjung. Demikian diungkapkan Kasat Reskrim Polres KLU AKP Kadek Metria saat konfrensi pers di Mapolres KLU, Kamis (22/2).

“Berdasarkan informasi masyarakat kami berhasil menangkap pelaku. Kita cegat empat truk bermuatan rastra yang mereka gelapkan tepat didepan Polsek Tanjung,” ungkapnya.

Empat pelaku diketahui merupakan sopir perusahaan yang bekerjasama dengan Bulog NTB untuk mendistribusikan beras bagi kemaslahatan banyak orang. Mereka adalah SM (54), MD (37), KS (45), dan SS (71), pelaku dalam melancarkan aksinya mengintruksikan sejumlah buruh untuk mengambil beras dengan cara menusuk kantong tersebut menggunakan pipa paralon runcing.

“Setelah ditusuk beras itu jatuh ke kantong kosong yang sudah disiapkan lebih dulu. Kemudian saat beras sudah diambil sebagian, kantong dijahit kembali sehingga terkesan tidak ada kebocoran,” jelasnya.

Menurut pengakuan pelaku, aksi ini sudah berlangsung lama secara sistematis dan detail. Tak jarang pelaku bisa mendapatkan setidaknya 5 kilogram perkantong beras rastra yang mereka gelapkan. Pihaknya lanjut Kadek, sudah berkoordinasi dengan Bulog perihal kasus ini.

“Saya konfirmasi ke Bulog mereka sering mendapat komplain dari warga, karena warga yang seharusnya mendapat 10 kilogram tetapi malah menerima 5 kilogram saja akibat perbuatan pelaku,” bebernya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Lombok Utara Kompol Sutriyanto menambahkan, aparat kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti di antaranya 4 unit truk masing-masing bernomor polisi DR 8876 AA yang berisi 48 karung beras seberat 10 kilogram, DR 8976 AA berisi 38 karung seberat 10 kilogram, DR 8321 D berisi 45 kantong beras seberat 10 kilogram, dan truk bernopol DR 8254 A berisi 44 karung beras dengan berat 10 kilogram.

“Kami juga menyita barang bukti berupa pipa atau congcongan dengan ukuran 20 cm lengkap beserta jarum dan benang untuk menjahit karung. Saat ini mereka sudah diamankan untuk ditindaklanjuti,” katanya.

“Beras hasil penggelapan ini mereka jual di Mataram dan keuntungannya dibagi merata termasuk kepada para buruh,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, empat pelaku disangkakan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman kurungan penjara empat tahun.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close