Ratusan Kosmetik Ilegal Disita Polisi Di Lombok Barat

Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menyita ratusan produk kosmetik berbagai merek, diduga ilegal dari sebuah toko klontong yang berada di wilayah Aik Genit, Kabupaten Lombok Barat.

Kasubbid III Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung di Mataram, Senin (19/2) mengatakan, ratusan produk kosmetik berbagai merek diduga ilegal itu disita karena tidak disertai dengan izin edar.

“Berbagai produk kosmetik ini tidak ada izin edarnya, jadi kami amankan bersama penjualnya,” kata Gede Agung dalam jumpa pers di Mapolda NTB.

Produk yang diduga ilegal itu dapat dilihat dari kemasannya yang tidak tercantum izin dari Dinas Kesehatan maupun Balai Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

“Kalau ada izinnya, pasti di kemasannya itu ada nomor register yang dikeluarkan oleh BPOM dan dinas kesehatan, tapi ini tidak ada,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya masih melakukan koordinasi dengan BPOM, untuk menguji mutu dan kualitas produk kosmetik yang sebagian besar merupakan krim wajah dan kulit untuk wanita tersebut.

“Tindak lanjut dari temuan ini, kami koordinasi dengan BPOM terkait kandungannya. Tapi sementara yang dikatakan BPOM, dalam kandungannya terdapat bahan kimia jenis merkuri,” ucapnya.Lebih lanjut dikatakan, penjual inisial ES (42) mulai menjalankan usaha produk kosmetiknya sejak tahun 2017. Seluruh produk kosmetik yang dia jual, dipesan dari seseorang yang berdomisili di Purwakarta, Jawa Barat, melalui media sosial.

“Mengakunya beli lewat ‘online’ dari Purwakarta,” ujarnya.

Karena itu, penyidik telah menetapkan ES sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 6/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana paling berat 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

“Pasal 197 itu tanpa izin edar,” kata Gede Agung.

ES yang sempat dimintai keterangan oleh media, mengaku tidak mengetahui jika menjual produk kosmetik harus disertai dengan surat izin edar dari Dinas Kesehatan maupun BPOM.

“Saya tidak tahu kalau harus ada izin, makanya saya sampai berani buka toko dan tawarkan ke orang-orang,” kata ES.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close