Kapolda NTB: Paslon Atau Timses Kampanye Hitam, Artinya Belum Siap

Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si

Mataram – Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Firli M.Si menekankan untuk para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2018-2023 supaya memaparkan visi-misi program, bukan ujaran kebencian ataupun memanfaatkan isu SARA dalam berkampanye.

Hal ini dikatakan Kapolda saat acara Deklarasi Pilkada damai dan Berintegritas yang diselenggarakan KPU, Minggu (18/2) di Mataram.

“Ini imbauan untuk Paslon dan para tim sukses. Jangan melakukan kampanye hitam, sebar isu SARA dan ujaran kebencian,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sebenarnya kampanye sudah dimulai sejak 15 Februari sampai dengan 23 Juni mendatang. Sehingga Polri langsung koordinasi dengan KPU, Bawaslu serta pihak-pihak terkait untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kalau sebarkan isu SARA, kampanye hitam dan lain sebagainya. Itu bukan namanya kampanye, artinya Paslon itu belum siap,” kata dia.

Menurutnya, jika ada Paslon atau Timses melakukan kampanye hitam, sebar isu SARA maka itu masuk delik aduan. Dengan demikian, aparat penegak hukum akan melihat celah hukum karena ketentuan itu  masuk berita fitnah, ujaran kebencian sehingga akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close