Polres Lobar Gelar Hasil Operasi Jaran Gatarin 2018

Lembar – Polres Lombok Barat menggelar Konferensi Pers hasil Operasi Jaran gatarin 2018, dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok barat Akbp Heri Wahyudi, S.IK, Selasa (6/2). Kapolres didampingi oleh Waka polres lobar Kompol Hery Indra Cahyono SH.,SIK.,MH, Kasat Reskrim, KBO Reskrim, Para kanit Reskrim polsek jajaran Polres Lobar.

Operasi Jaran Gatarin Polres Lombok Barat dilaksanakan selama 14 hari dari Tanggal 23 Januari 2018 hingga 05 Februari 2018, dengan sasaran Curas, Curat, Curanmor. Dalam pelaksanaannya, Polres Lombok barat berhasil mengungkap tiga Target Operasi (TO) yang telah ditentukan sebelumnya.

Kapolres mengatakan, ketiga TO  yang berhasil diungkap dan diamankan yaitu inisial SH, laki – laki, 22 Tahun, SF laki – laki, 22 tahun, dan RJ laki – laki , 21 tahun.

“Total yang kita ungkap sebanyak 18 kasus terdiri dari tiga TO dan 15 non TO,” ungkap Kapolres.

Dari 18 kasus yang di ungkap, terdiri dari pencurian dengan kekerasan sebanyak dua kasus, pencurian dengan pemberatan 13 kasus, dan tiga kasus curanmor.

“untuk total tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 21 Orang Tersangka, terdiri dari dua tersangka Curas, 15 tersangka curat dan empat tersangka curanmor,” Kapolres menjelaskan.

Pada kesempatan itu digelar berbagai Barang Bukti hasil kejahatan, yaitu Sepeda motor, berbagai barang elektronik, dan berbagai barang lainnya yang berhasil diamankan Polisi.

Sebagian besar tersangka ditahan di ruang tahanan Polres Lobar, dan sebagian ditahan di Polsek jajaran, karena penyidikanya ada di Polres dan Polsek.

“Dari 21 tersangka, dua diantaranya masih berada di bawah umur,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolres menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor untuk berhati-hati dan tetap waspada. Terlebih lagi bagi kendaraan roda dua agar mengunci kendaraan dengan kunci ganda.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono menyampaikan bahwa terkait pencurian kota amal masjid yang terjadi di Gerung, uang (dalam kotak amal) sudah habis digunakan oleh pelaku.

“Seluruh pelaku diancam dengan hukuman sesuai bentuk pelanggarannya yakni Pasal 363 KUHP dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman mulai dari 9 tahun hingga 15 tahun penjara,” imbuhnya.

Reporter : Agung Eka

Editor : Yermia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close