Polda NTB Limpahkan Kasus TPPO Juliani ke Kejaksaan

konferensi pers kasus TPPO

Mataram – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak-anak (PPA) Polda NTB melimpahkan berkas perkara kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan dua tersangkanya Hulfa dan H Ijtihad. Berkas perkara kasus TPPO ke Oman, Timur Tengah, itu dinyatakan lengkap oleh jaksa setelah sebelumnya dikembalikan untuk dilengkapi lagi.

“Berkasnya P21_nya hari senin kemarin, tanggal 21 Januari 2018,” ungkap Kasubdit IV AKBP Ni Pujawati, SIK kepada media saat konfrensi pers di Polda NTB, Rabu (31/1).

dua tersangka TPPO

Kasubdit menjelaskan, untuk perkara tindak pidana ini, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri setelah mendapatkan informasi sekitar bulan februari tahun 2017 lalu. Proses perkaranya harus melibatkan instansi luar yang dibentuk oleh negara.

“Disini kita bekerjasama dengan instansi terkait, baik pemerintah maupun NJO atau lembaga yang dibentuk oleh negara, seperti BP3TKI dan TP2Pa Provinsi NTB,” tambahnya.

Terhadap dua tersangka, Hulfa dan H Ijtihad polisi menjerat dengan pasal 10 dan atau pasal 11 jo pasal 6 UU RI No 21/2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Diketahui, tersangka Hulfa berperan mengajak dua korbannya, Sri Rabitah dan saudaranya, Juliani dengan mengimingi pekerjaan bergaji besar di Abu Dhabi tahun 2014 silam.

Meski korban Juliani pada waktu itu berumur 16 tahun, tetapi tersangka menggandeng H. Ijtihad untuk memalsukan data identitasnya.

H Ijtihad yang merupakan perekrut lapangan PT Falahrima Hudaity Bersaudara Cabang Lombok membuatkan KK, KTP, dan Akta kelahiran Sri Rabitah dan Juliani dengan data yang sudah dimanipulasi.

Bukannya ke Oman, dua korban kemudian diberangkatkan ke Qatar untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga selama dua tahun. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close