Dua PengacaraTumbang, Akibat Gugat Kapolda NTB

 

MATARAM, 8/12/17 – HAJI MAHENDRA IRAWAN ALIAS HAJI AWAN, sebagai Pemohon, Umur 38 Tahun, Jenis kelamin Laki-laki, Beralamat di Karang Genteng, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, melalui Kusa Hukum a.n. 1. LALU M. AMRU, S.H., 2. GABRIEL G. TOKAN, S.H., M.H, Keduanya Advokat/Pengacara & Konsultan Hukum beralamat di Jalan Semanggi II/8 Karang Kelok Baru Mataram, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, selanjutnya disebut sebagai Pemohon dan putusan diberikan waktu selama  tujuh hari oleh hakim tunggal Praperadilan pengadilan Negeri Mataram GEDE SUNARJANA. SH. MH. dan di bantu dengan Panitera Pengganti RUSLIN. SH.  telah di menangkan oleh Kapolda NTB selaku Termohon dan keluarga dari Pemohon atas nama  HAJI MAHENDRA IRAWAN ALIAS HAJI AWAN mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim yang menolak gugatan praperadilan. ucap Tim Bidkum Polda NTB.

 

kuasa hukum pemohon

“pasalnya gugatan yang di ajukan oleh HAJI MAHENDRA IRAWAN ALIAS HAJI AWAN melalui Kuasa Hukumnya  LALU M. AMRU, S.H., dan GABRIEL G. TOKAN, S.H., M.H, untuk seluruhnya di tolak oleh hakim tunggal Praperadilan karena Prosedur yang dilakukan oleh Pemohon  sesuai dengan  dengan  prosedur penyidikan sudah lengkap” tandas kuasa hukum Termohon Bidkum Polda NTB di Pengadilan Negari Mataram.

“bahwa dalam Penetapan Tersangka dan bahkan penyitaaan barang bukti tidak sah,   namun Termohon telah memiliki minimal 2 (dua) alat bukti sebagaimana Pasal 184 KUHAP berupa Keterangan Saksi  yang telah diperiksa sebagaiamana pasal 185 KUHAP dan Bukti Surat maupun dokumen-dokumne yang dipakai dalam obyek sengketa Prapradilan, Ungkap Kuasa Hukum Termohon pada hari Selasa (8/12/17).

Dalam putusannya, Hakim GEDE SUNARJANA juga menyatakan bahwa penetepan tersangka, dan Penyitaanterhadap diri Pemohon HAJI MAHENDRA IRAWAN ALIAS HAJI AWAN tersebut oleh Dit Reskrimum Polda NTB adalah sah dengan memenuhi minimal dua alat bukti yang sah.

“Menyatakan penetapan tersangka dan penyitaan  terhadap pemohon HAJI MAHENDRA IRAWAN ALIAS HAJI AWAN  adalah sah. Membebankan Pemohon biaya perkara sebesar Rp. 2.500” tandasnya.

kuasa hukum termohon

HAJI MAHENDRA IRAWAN ALIAS HAJI AWAN  ditetapkan tersangka,  dalam kasus Tindak Pidana Pemalsuan surat merupakan tindak pidana penyertaan dalan tindak pidana pemalsuan Surat yang dilakukan oleh Tersangka SURYAH als Hj. SURYAH (Ibu kandung Termohon) Pasal 263 ayat (1) dan    (2)   KUHP   Jo   Pasal  55  KUHP,  dimana Pemohon  H. MAHENDRA IRAWAN als H. AWAN adalah orang yang disuruh oleh  Pemohon SURYAH Als Hj. SURYAH untuk membuat Kwitansi tertanggal 27 Agustus 1987 dan menggunakan Surat Sporadik tertanggal 27 September 2016 untuk mendaftrakan permohonan Sertifikat atas tanah peninggalan alarhum H. MAKMUN/almarhum H. ABDURAHMAN ke Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat.
(mrg)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close