Polres Lombok Tengah Sabet Peringkat 3 Besar Polres Terbaik Se-Indonesia

Kapolres Loteng bersama 35 Kapolres Lain yang Masuk dalam penilaian ITK (13/12)
Kapolres Loteng AKBP Kholilur Rochman SH SIK MH bersama 35 Kapolres Lain yang Masuk dalam penilaian ITK (13/12)

Jakarta – Rabu (13/12) menjadi hari yang bersejarah bagi Kepolisian Resor (Polres) kebanggan Masyarakat Lombok Tengah (Loteng) karena dianugerahi sebagai Polres berperingkat 3 terbaik Se-Indonesia. Hal ini didapat berdasarkan penilaian dan pengukuran Indeks Tata Kelola (ITK) di 36 Polres yang dinilai rawan konflik tahun 2017.

Rata-rata kinerja Polres tipe rawan konflik menurut ITK 2017 adalah 6,38 (skala penilaian 1-  10). Peringkat pertama hingga ketiga pada ITK 2017 tipe rawan konflik adalah Polres baubau (6,79), Lombok Tengah (6,67) dan Maros (6,65).

Kapolri, Jenderal Pol Prof. Drs. M. Tito Karnavian, M.A. Ph.D menyebut bahwa ITK bertujuan agar polisi terus memacu proses perbaikan dan kompetisi di tubuh internal Polri sehingga tidak hanya melakukan kinerja regular atau business as usual untuk mewujudkan reformasi Polri dengan mengedepankan nilai-nilai demokratis. “Indeks Tata Kelola membangun iklim yang kompetitif untuk menuju ke arah perbaikan dan kemajuan dalam pembentukan kebijakan-kebijakan yang demokratis atau Democratic Policing,” tegas Tito.

Polres yang mendapatkan peringkat tiga teratas mampu membuktikan bahwa di tengah-tengah potensi wilayahnya yang masuk kategori rawan konflik, kinerja mereka tetap prima dan terintegrasi baik pada fungsi Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas), Perlindungan Pengayoman dan Pelayanan Masyarakat (Linyomyan) serta Penegakan Hukum (Gakkum).

Polres Lombok Tengah misalnya. Polres berperingkat 2 ini telah melakukan banyak terobosan kreatif dengan menggunakan teknologi untuk membantu meningkatkan kinerjanya. Peneliti ITK, Arif Nurdiansah dari Kemitraan, mengungkapkan hasil temuan dilapangan menunjukan bahwa melalui Sistem Aplikasi Sambungan Aktif Kepolisian (SASAK), Polres Lombok Tengah mampu mengintegrasikan pelayanan SIM dan SKCK online dengan pelayanan publik lain seperti SP2HP online secara terintegrasi. Sasak juga menurut Arif mampu memadukan laporan anggota Bhabinkamtibmas dan laporan masyarakat secara real time, serta laporan kejahatan melalui mekanisme panic button sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Sementara dalam hal pencegahan kejahatan, Polres Lombok Tengah juga menempatkan CCTV di wilayah-wilayah strategis dan rawan. Upaya Polres Lombok Tengah merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program nasional, dimana Kabupaten Lombok Tengah terdapat Kawasan Ekonomi Khusus yang menjadi unggulan nasional.

Tak ayal, sebagai buah jerih payahnya dalam menekan kejahatan sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat dengan menggunakan berbagai terobosannya, keberadaan Polres Lombok Tengah tidak hanya diperhitungkan mampu bersaing secara kedaerahan saja melainkan sudah mencapai skala nasional.

Penulis: Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close