Tidak Ingin Generasi Muda Dirusak Narkoba, Desa Jagaraga undang BNN Prov. NTB

Kuripan – Maraknya peredaran narkoba di Indonesia Khususnya di Nusa Tenggagara Barat, Aparat Desa Jagaraga dan Karang Taruna “Taruna Jaya” Desa Jagaraga mengundang BNN Prov. NTB untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba kepada generasi muda Desa Jagaraga Kuripan. Di Aula Kantor Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat dillaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya Narkoba  dengan tema ” Jagaraga Tanpa Narkoba “(21/11).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh narasumber dari BNN Prov. NTB Asep Badaruddin, Kepala Desa Jagaraga, Sekdes Jagaraga, BPD Jagaraga, Kasub Sektor Kuripan Ipda I Ketut Subagastawa, Bhabinkamtibmas Desa Jagaraga dan peserta penyuluhan dari karang taruna “Taruna Jaya”, pelajar SMU dan SMP.

Ketua Pelaksana Sosialisasi Bahaya Narkoba mengucapkan teimakasih kepada para narasumber, karena telah membantu terselengaranya sosialisasi ini. Ketua pelaksana juga mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini karena maraknya penyalah gunaan narkoba di Indonesia dan untuk menghindari masuknya pengaruh Narkoba di Desa Jagaraga.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh pemerintah desa dan karang taruna, semoga kegiatan ini bermanfaat,” ungkap ketua Karang Taruna Desa Jagaraga Faturahman, S. Pd.

Acara kemudian di buka oleh Kepala Desa Jagaraga Mukaram, menyampaikan bahwa pihaknya berharap kepada para peserta agar dapat menerapkan ilmu yang diperoleh.

“Yang namanya narkoba , sedikitpun tidak ada memberikan manfaat bagi diri kita, dan terimakasih kepada para karang taruna jaya karena telah bekerja sama dengan pemerintah desa sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar,” ungkap kepala Desa Jagaraga saat pembukaan seminar .

Narasumber dari BNN Prov. NTB menyampaikan beberapa aspek bahaya narkoba yang mana indonesia sejak tiga tahun yang lalu dinyatakan darurat narkoba. Akan tettapi masyarakat menyepelekan hal tersebut, yang mana di Asia Tenggara peredaran narkoba dianggap yang terbesar.

“Dari sisi hukum jenis narkoba yang terbaru belum dapat dijerat, suatu contoh seperti kasus salah satu artis Ibu Kota yang saat ini masih bebas, “Asep Badaruddin mengatakan.

“Sedangkan dinegara cina, segala bentuk makanan yang dianggap memiliki kandungan narkoba langsung mendapat tindakan,” Asep menambahkan.

Asep juga mengatakan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan merupakan kenakalan remaja, namun sudah masuk dalam tindakan kejahatan dan akan diperoses sesuai hukum yang berlaku. Saat ini di Provinsi NTB, ini tidak ada satu kecamatanpun yang bebas narkoba.  Pemasok terbesar yaitu dari aceh, dengan berbagai macam cara, namun dapat digagalkan dibandara. Berdasarkan data BNN, dalam satu periode sabu-sabu yang masuk ke NTB sebesar lima kilogram. Belum sebanding dengan  yang sudah diungkap, sehingga perintah langsung dari pimpinan pusat, bagi pengedar maupun penyalah guna harus ditindak tegas.

“Saya yakin dijagaraga ini juga ada yang menyalah gunakan narkoba, karena ini merupakan daerah komplek,” Asep menegaskan.

Kasubsektor Kuripan Ipda I Ketut Subagiastawa menghimbau apa bila menemukan pergaulan yang bersifat negatif, maka harus dihindari.

“Lingkungan juga dapat mempengaruhi kita untuk menyalah gunakan narkoba, dan untuk menghindari atau membersihkan hal-hal tersebut perlu adanya kerjasama masyarakat dengan aparat untuk bersama-sama melawan atau memerangi narkoba,” Kasubsektor Kuripan menambahkan.  Ag

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close