Hanya Di Lombok Tengah Akta Kelahiran Dibuatkan Oleh Polisi

Kapolres dan Kadis Dukcapil Lombok Tengah Berfoto bersama dengan Penerima Akte Kelahiran Melalui Polisi
Kapolres dan Kadis Dukcapil Lombok Tengah Berfoto bersama dengan Penerima Akte Kelahiran Melalui Polisi

Praya – memang memiliki kinerja yang lain daripada yang lain Kepolisian Resor besutan Polda NTB ini. Di saat Polres lain masih sibuk dengan tugas pokoknya yang berkecipung dengan tugas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Kepolisian Resor Lombok Tengah (Polres Loteng) sekarang sudah mulai sibuk dengan menjalin sinergitas dengan Pemerintah Daerah dalam beberapa kegiatan salah satunya adalah pembuatan akte kelahiran, Selasa (20/11).

Banyak orang yang tidak mengerti dan berpikiran sempit akan mencemooh kegiatan ini. Misalnya dengan mengatakan “Di luar tugas pokok Polri” atau kalimat – kalimat negatif lainnya. Padahal jika ditelaah Akte Kelahiran adalah sebuah produk hukum yang akan menyerepet ke arah tugas seorang anggota Kepolisian.

“Akte Kelahiran ini adalah alat untuk memperjelas status bagi warga negara, kalu tidak ada hal yang terkadang dianggap sepele oleh masyarakat ini bagaimana hukum bisa memandang dia sebagai Warga Negara yang mendapat perlakuan sama dengan yang lainnya,”jelas Kapolres Loteng AKBP Kholilur Rochman SH SIK MH pada saat memberikan sambutan di acara penyerahan Akta Kelahiran di Aula Polres Lombok Tengah.

Kegiatan yang hanya baru dilaksanakan oleh Polres Loteng ini tentu juga mendapat respon positif juga dari Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadis Dukcapil) H Darwis SH MM. Kadis Dukcapil sempat mengucapkan syukur akan uluran tangan dari para Bhabinkamtibmas di 139 desa Sekabupaten Lombok Tengah yang telah meringankan beban 40.000 tunggakan akte kelahiran di tengah masyarakat.

“Saya yakin masyarakat juga akan sedikit merasa bangga nantinya bahwa akte kelahirannya dibuatkan oleh seorang Polisi,” tambah H Darwis.

Salah satu alasan yang diugkapkan oleh Kadis Dukcapil untuk mendukung terjalinnya kerjasama ini adalah banyaknya Calo yang terkadang menguras kocek masyarakat hingga Rp. 400.000 untuk hanya mengurus selembar Akte Kelahiran.

“kasian masyarakat kita yang kebanyakan sudah susah cari makan tapi tetap saja diperas oleh para calo hingga ratusan ribu rupiah untuk sekali urus,” ujarnya.

Penulis : Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close