Alokasi Dana Desa Turut Diawasi Polri

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol. Anom Wibowo, S.I.K.,M.Si,.

Mataram –  Selasa, (21/11)  Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang besar akan melibatkan Polri di setiap desa, hal ini tertuang dalam Nota kesepahaman antara Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kapolri pada tahun 2017.

Dihadapan anggota Polri di Mapolda NTB Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol. Anom Wibowo, S.I.K.,M.Si,. menyampaikan, saat ini anggaran keuangan yang diberikan pemerintah kepada desa yang sangat besar menjadi trending topik dan marak diperbincangkan di daerah kita.

Direktur membenarkan,  Polri memang dilibatkan untuk mengawasi alokasi dana pemerintah kepada desa, sebagai anggaran negara dalam membangun desa adalah suatu keharusan, karena diantaranya dapat mengurangi penyimpangan.

“Para Bhabinkantibmas, sebagai representatif Polri akan mengawasi pengeleloaan ADD dan pembangunan Desa, dan pengawasan ini sangat diperlukan untuk menghidari penyimpangan  oleh oknum aparat desa” pungkasnya.

Ditambahkannya, dalam melaksanakan pengawasan, para  Bhabinkamtibmas akan terus bersinergi dan memiliki pandangan yang sama dengan aparat desa, Babinsa dan masyarakat desa tentunya.

Pihaknya berjanji, ada informasi dan indikasi terjadinya penyimpangan, maka akan dilakukan koordinasi dengan reserse untuk melakukan tindakan seperti penyitaan dan mengamankan dokumen-dokumen untuk ditindaklanjuti sesua ketentuan hukum yang berlaku.

“Sekarang ini tugas reserse sangat terbantu dengan adanya Bhabinkabtimas yang ada diwilayah desa dalam kegiatan pembangunan desa terutama ADD, karena setiap desa sudah ada satu anggota Polri yang teribat didalamnya” akunya.

Dikatakanya, sebagai tugas dan bagian dari fungsi pemerintahan memang pentingnya Polri melakukan pengawasan yang ekstra bersama Inpektorat dan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan) Propinsi NTB, yang kesemuanya dengan tujuan adalah untuk mensejahterakan masyarakat desa.

“Anggaran yang besar ini merupakan bentuk implementasi Nawacita III dari pemerintah yaitu membangun dari pinggiran. Dan pemerintah telah mengucurkan anggaran desa yang kian tahun semakin meningkat, pada tahun 2015 saja telah mengucurkan dana sebesar  20T selanjut 40T pada tahun 2016 dan 70 pada tahun 2017 serta rencana pada tahun 2018 100T lebih,” jelasnya. (*jo).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close