Polisi Evakuasi Warga Korban Banjir di Lombok Timur Berlangsung Dramatis

Kapolres Lombok Timur AKBP Fathurrahman bersama anggota tengah menyiapkan bantuan untuk warga

Mataram – Adanya curah hujan yang tinggi mengakibatkan Bendungan Pandan Duri tidak dapat menampung air dan meluap, Sabtu (18/11), sekitar pukul 18.00 Wita. Dua kecamatan yang terkena banjir bandang yaitu Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Team gabungan dari Polres Lombok Timur, Brimob, TNI,  dan BNPBD Kabupaten Lombok Timur membantu melakukan evakuasi terhadap masyarakat maupun barang-barang milik warga ketempat yang lebih aman.

“Ratusan rumah terendam banjir bahkan ada yang hanyut terbawa air bah, untuk korban jiwa satu orang atas nama Wasila Cantika Lilian 9 tahun, warga Dusun Lokon, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur,” terang Kapolsek Keruak Iptu Arif Budiman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

polisi bersama warga memantau arus air guna untuk evakuasi korban banjir

Kapolsek Jerowaru Ipda Mastar menambahkan bahwa kondisi di wilayah Kecamatan Jerowaru masih terisolir karena susahnya akses menuju ke TKP.

“Kecamatan Jerowaru merupakan kecamatan yang paling parah karena kami belum bisa masuk kesana untuk melakukan evakuasi terhadap korban disana. Kondisi jembatan dan jalan belum bisa dilewati karena masih dilalui luapan air dan dihalangi tumpukan batang bambu dengan akar-akarnya serta aspal jalan yang terkelupas dengan sisi jalan ambrol,” ungkap Ipda Mastar.

Kondisi terakhir TMA (tinggi mata air) masih batas normal dan saat ini pintu spelwai yg di buka hanya mengarah ke arah pantai selayar. Kondisi debet air terakhir berkurang dari TMA 281,40 menjadi 281,35 dan masih dalam status aman.

Satuan Brimob sedang melakukan persiapan untuk evakuasi warga

“Untuk saat ini, seluruh korban banjir bandang di tempatkan di pengungsian yang telah di siapkan di Kantor Camat Keruak. Selain itu, masyarakat juga mengungsi di masjid maupun dirumah keluarga terdekat,” tutur Kapolsek Keruak.

Kasat Intel Lombok Timur AKP Muhammad Nur menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan kali pertama terjadi di wilayah Lombok Timur.

” Saat ini air sudah mulai surut, walaupun  listrik masih padam. Namun kami masih menghimbau kepada warga agar tidak kembali kerumah terlebih dahulu sampai situasi benar-benar aman. Oleh karena itu kami juga menghimbau kepada  Pemda Lombok Timur untuk segera memperbaiki pembuangan air lainnya agar hal serupa tidak terulang lagi,” tandasnya. (yos/cle)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close