Begini Kronologis Polisi Temukan Senjata Api Rakitan di Bima

senjata rakitan yang berhasil diamankan petugas

Mataram – Satu pucuk senjata api rakitan laras panjang berwarna hitam lengkap dengan satu buah magazen jenis warna hitam serta 19 butir amunisi tajam  ‎kaliber 5,56 x 45 mm berhasil disita Polisi dari tangan tiga orang warga di Bima. Proses penangkapan ketiganya cukup alot, begini kronologisnya.

Kabid Humas AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti, M.M, kepada media membeberkan proses penanangkapan tiga tersangka warga bima yang masing-masing berinisial Rs (30), Sn (19) dan AP (35).

Berawal dari petugas dari personil Brimob dan Polres Bima yang sedang berpatroli, memantau perkembangan situasi kamtibmas pasca konflik yang sempat terjadi antara dua desa, di Desa Risa dan Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Sabtu (18/11) kemarin.

Katika berpatroli, petugas yang sempat bercengkrama dengan warga, tiba-tiba melihat gelagat mencurigakan dua orang berboncengan dengan sepeda motor. Tim yang mengetahui hal itu mencoba memberhentikan, namun keduanya menarik gas, nyaris menabrak petugas Bripda Agus Adi Putra, oleh Bripda Agus, pakaian salah seorang dari mereka di tarik hingga keduanya terjatuh.

Ketika diamankan, Polisi menggeledah dan menemukan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang berwarna hitam lengkap dengan satu buah magazen jenis warna hitam, serta 19 butir amunisi tajam dengan ‎kaliber 5,56 x 45 mm.

Saat mengamankan dan menggeledah dua orang tersebut, tiba-tiba ada seorang warga yang melarikan diri. Petugas yang berusaha mengejar warga tersebut mencoba memberi peringatan dengan tembakan ke udara, namun peringatan tersebut tidak diindahkan dan ia berhasil meloloskan diri.

Dari penuturan keduanya, pemilik senjata rakitan itu adalah AP, warga Desa Samili, Kecamatan  Woha,  Kabupaten Bima yang kabur dan sempat dikejar petugas saat itu. Tak berselang lama, tim berhasil menemukan AP.

“Saat ini ketiganya sedang dilakukan pemeriksaan di Polda NTB,” jelas Kabid Humas Polda NTB.

Dua kelompok warga antara Desa Risa dan Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, sempat berisi tegang dan saling serang. Diduga dua kelompok tersebut saling serang menggunakan senjata rakitan yang sengaja dibuat. Mencegah hal serupa, petugas Kepolisian wajib berpatroli, memantau agar situasi tidak lagi tegang, sehingga warga dapat beraktifitas dengan baik.

“Kepada warga yang masih memiliki dan menyimpan senpi rakitan agar segera menyerahkan kepada pihak Kepolisian,” Imbuh Kabid Humas. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close