Nikah yang Tertunda, Tersangka Kasus Narkoba Polda NTB Akhirnya Ijab Kabul

Mataram – Atas nama cinta, dua insan berbeda menjadi satu, Maksi Budianto dan Linda Santoso. Siang tadi keduanya mengucapkan janji suci dengan banyak pasang mata dan telinga yang menjadi saksi. Namun pernikahan ini berbeda dengan apa yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Janji suci pasangan ini harus diucapkan di sebuah mushola di dalam komplek markas komando Polda NTB.

Ini berawal dari kasus narkoba yang membelit Maksi Budianto sebelum pernikahan. Berdalih karena kebutuhan hidup, ia terpaksa harus ditangkap pihak Kapolisian. Namun karena sudah niat menikah, Maksi budianto tetap mempersunting kekasihnya.

“Ini berdasarkan pengajuan surat dari keluarga baik yang perempuan maupun yang laki-laki, itu kita respon dan berikan fasilitas dan saya berkomunikasi dengan Kasat Tahti Polda NTB dan inilah kesepakatan itu kita laksanakan untuk dilaksanakan akad nikah,” ungkap Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra, Rabu (15/11) di Polda NTB.

Ditempat terpisah Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda NTB AKBP Lalu Adnan menjelaskan, ketentuan bagi penyandang status tahanan, pihak kepolisian dapat memberikan tolerasi, namun tetap dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Jadi ada beberapa hak-hak tanahanan yang sudah diatur oleh dinas ini, antara lain misalnya mereka ada keluarganya meninggal, anak istrinya meninggal, kita memberikan kesempatan mereka untuk melakukan penguburan, termasuk untuk menikah, namun tetap kita lakukan pengawalan sesuai prosedur,” paparnya.

Saat ini hati mereka harus dibumbui dengan perasaan yang bercampur aduk, keduanya sementara waktu terpaksa harus terpisah. Meskipun begitu pernikahannya di komplek markas kepolisian, namun Maksi mengakui berbahagia karena bisa menikahi pujaan hatinya.

Maksipun berjanji, ini adalah perbuatan terakhirnya melanggar hukum, karena jerat hukum banyak yang akan menjadi korban, keluarga dan lingkungan.

Saat ini mereka tak lagi dua, melainkan satu. Itulah alasan mengapa Polisi Harus mempersatukannya. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close