Kasus Senjata Api Rakitan Oknum ASN Sumbawa, Polisi Telusuri Asal Usul Amunisi

barang bukti amunisi

Mataram – Berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), MJ (53) terpaksa harus berurusan serius dengan pihak Kepolisian. Ia saat ini sedang dalam pemeriksaan terkait kepemilikan senjata api rakitan laras panjang lengkap dengan amunisi kaliber 5.56 mm.

Dikatakan Panit II Subdit I Ditreskrimum Polda NTB Ipda Malaungi, SH, untuk mendapatkan senjata jenis itu ia harus merogok kocek sekitar lima juta rupiah, sedangkan asal usul amunisi pihaknya saat ini masih menduga ada keterlibatan oknum TNI Sumbawa.

“Menurut keterangan tersangka, bahwa senjata tersebut didapat dari orang bernama Keli, yang bekerja sebagai security Bank BRI sumbawa, kemudian amunisi ini diduga didapatkan dari oknum anggota TNI,” ungkap Ipda Malaungi, SH kepada media di Polda NTB, Senin (13/11).

Dipaparkan Panit, rencana tindak lanjut pihak kepolisian dalam kegiatan penyidikan, akan melakukan koordiasi dengan pihak TNI juga tim Labfor.

“Informasinya saat ini oknum TNI tersebut sudah dipanggil oleh pihak POM AD Sumbawa, berkaitan dengan ada indikasinya yang memberikan atau yang menerima atau yang menyuplai amunisi, ada terduga anggota TNI yang ada di Sumabawa,” paparnya.

Diketahui, PNS asal Lingkungan Raberas, Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa ini awalnya ditangkap pihak Polisi Hutan SKW II Sumbawa sedang melakukan perburuan di kawasan konservasi taman buru, Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, 11 Novenber kemarin.

Saat ini yang bersangkutan bersama barang buktinya telah dilimpahkan ke Polda NTB untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terhadap tersangka, petugas akan jerat dengan pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951, ancaman hukumannya 20 tahun penjara. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close