Kabid Humas Polda NTB Imbau Muslimah Pengguna Baju Syar’i Hati-hati dalam Berkendara

ilustrasi

Mataram – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTB mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya muslimah yang berpakaian hijab sempurna yang menutup seluruh bagian tubuh (syar’i) lebih berhati-hati ketika hendak berkendara.

Hal tersebut ia sampaikan ketika menyaksikan banyaknya Qori’ah peserta MTQ yang datang ke Mapolda NTB menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor).

“Ini untuk antisipasi saja, saya perhatikan para Qori’ah berpakain syar’i datang ke Mapolda ini banyak yang menggunakan sepeda motor,” ujar Kabid Humas saat diwawancara selepas acara pengumuman juara MTQ dan Tausyah Kebangsaan, Sabtu (11/11) di Gedung Sasana Darma Polda NTB.

“Jangan sampai nanti kain yang panjang itu masuk ke jari roda sepeda motor saat berkendara,” imbaunya.

Kabid Humas menyatakan bahwa penggunaan baju syar’i bahkan sarung bagi pria saat berkendara bukanlah suatu pelanggaran berlalu lintas, hanya saja cara penggunaannya harus lebih diperhatikan.

“Pastikan merapikan kain dengan dilipat kemudian diduduki ketika hendak menaiki motor, jangan sampai terjuntai,” jelas Tribudi.

“Karena dikhawatirkan saat sedang dalam perjalanan, pakaiannya ditiup angin dan masuk ke jari-jari roda,” tutur Kabid Humas.

Kepada media Tribratanews NTB, Kabid Humas mengungkapkan bahwa imbauan penggunaan sarung bagi pria saat berkendara juga penting untuk disosialisasikan, mengingat NTB merupakan provinsi yang terkenal dengan seribu masjidnya.

“Bagi kaum pria yang hendak pergi ke masjid yang menggunakan sarung dan sepeda motor, lima kali ke masjid dalam sehari itu jangan sampai tidak berhati-hati,” tandasnya.

Tribudi menambahkan, bukan hanya mengantisipasi kain yang masuk ke jari roda, namun pengguna baju syar’i juga yang dibonceng saat berkendaar menggunakan sepeda moto jangan sampai menutup lampu sein dan lampu belakang utama.

“Jangan sampai tertutup kain baju syar’inya, lampu belakang sebagai indikator untuk berbelok arah dan menyala dengan warna merah ketika mengerem, jika tidak dilihat pengendara motor yang berada di belakang maka akan membahayakan keselamatan berlalu lintas,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close