Dua Polisi Pangkat Brigadir Kepala ini Juarai Ajang Prestisius Polda NTB

Bripka Sarjan (kiri) dan Bripka Zamzuri (kanan) saat dianugerahi piala dan piagam penghargaan oleh Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Tajuddin, M.H.

Mataram – Menjadi ajang bergengsi karena baru pertama kalinya diadakan dengan tingkat Polda NTB, Musabaqah Tilawatil Al-Qur’an (MTQ) dan Tausyah Kebangsaan dalam pelaksanaan perdananya dimenangkan oleh dua Polisi berpangkat Brigadir Kepala.

Bripka Sarjan, seorang Bhabinkamtibmas Desa Kalampa Kecamatan Woha Kabupaten Bima dengan anugerah suara indah yang beralun merdu melantunkan surat An-Nahl ayat 90, berhasil membawanya menjadi sang juara dalam ajang MTQ.

Adapun Polisi perwakilan Polres Loteng, Bripka Zamzuri, dengan kepiawaiannya menyusun kalimat per kalimat yang terangkai sangat rapi dan kontekstual terhadap nilai-nilai kebangsaan, dikemas dengan balutan pemahaman iman dan agama yang mumpuni, menjadikannya juara dalam ajang Tausyah Kebangsaan.

Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Tajuddin, M.H., saat memberikan sambutan, mengucapkan rasa bangga atas keberhasilan anggotanya mememangkan perlombaan yang juga mengikutsertakan masyarakat umum dengan kemampuan bertilawah dan bertausyah yang tidak kalah hebat.

“Bagi yang juara saya ucapkan selamat, bagi yang belum juara jangan berkecil hati, karena hakekat perlombaan ini bukan semata-mata untuk mencari juara, lebih dari itu, untuk meningkatkan ketaqwaan kita,” ujar Wakapolda di hadapan para tamu undangan, pejabat utama, Kapolres jajaran dan peserta yang menyesaki Gedung Sasana Darma Polda NTB, Sabtu (11/11).

“Karena untuk membentuk karakter nasionalisme sejati harus bersumber dari kitab suci, bagi anggota yang berpartisipasi, harapan pimpinan melalui kegiatan ini, mind set dan kultur set dalam tubuh Polri dapat tereformasi menjadi jauh lebih baik,” tandasnya.

Dalam acara penutupan dan pengumuman peraih juara yang sempat dimeriahkan dengan lantunan merdu Qasidhah oleh Polwan dan Bhayangkari Polda NTB, Ketua MUI NTB Prof. H. Syaiful Muslim berharap, kegiatan MTQ dan Tausyah Kebangsaan tersebut dapat terselenggara secara rutin, karena dinilai membawa kemaslahatan bagi Polri dalam rangka membentuk kepercayaan masyarakat.
“Kebetulan yang memenangkan perlombaan ini adalah Polisi, ini membuktikan bahwa Polisi bukanlah sosok yang selama ini dianggap negatif oleh masyarakat,” ujarnya.

“Semoga nantinya para juara MTQ maupun Tausyah Kebangsaan ini dapat mewakili di kegiatan serupa pada tingkat nasional serta Internasional, agar masyarakat luas semakin tau kualitas aparat kita,” imbuhnya.

Selain Ketua MUI NTB, terlihat menghadiri acara, Ketua FKUB NTB H.Sahdan Lyas, Ketua PW NU NTB TGH. Achmad Taqiuddin Mansyur, M.Pd.I, Ketua Pimpinan Ponpes se NTB TGH. Safwan Hakim, Ketua Bhayangkari Polda NTB Ny. Dina Firli.

Sebagai Ketua Pelaksana, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda NTB Kombes Pol. Eka Satria Bhakti melaporkan, penilaian dalam perlombaan MTQ dilakukan oleh empat orang Dewan Hakam, berdasarkan empat aspek penilaian yakni, Tajwid (bobot 30 persen), Fashih (bobot 30 persen), Lagu (bobot 25 persen) dan Suara (bobot 15 persen).

Sedangkan kegiatan Tausiah Kebangsaan, penilaian juga dilakukan oleh empat orang Dewan Hakim, yang juga berdasarkan empat aspek yakni, Penampilan (bobot 20 persen), Materi (bobot 30 persen), Improvisasi Retorika (bobot 30 persen) dan Ketepatan Waktu (bobot 20 persen).

“Semoga dengan seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi salah satu alternatif solusi yang berdampak positif terhadap seluruh masyarakat, bangsa dan negara dalam memupuk persatuan dan kesatuan,” pungkas Karo SDM. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close