Pejabat Polda NTB ini Siapkan Jurus Jitu Tangani Radikalisme di Bima, Tempat Asalnya

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda NTB, Kombes Pol. Benny Basir Warmansyah

Mataram – Beberapa kali terjadi aksi teror juga penangkapan terduga terduga teroris di wilayah Bima, Nusa tenggara barat membuat polisi berdarah Mbojo yang kini menjabat sebagai Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda NTB, Kombes Pol. Benny Basir Warmansyah menyiapkan strategi jitu untuk menangani dan menangkal paham radikalisme di tanah kelahirannya itu.

Kepada media Tribaratanews NTB, dia menerangkan, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada oknum masyarakat yang diduga telah terjangkit paham radikal dengan pola tertentu.

“Kami sudah bentuk tim, yang akan dikirim ke tempat pondok pesantren dan masjid-masjid mereka, semaksimal mungkin akan kita berikan pemahaman-pemahaman hingga mereka sadar,” ujarnya, Jumat (10/11) seusai melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Baitussalam Polda NTB.

Dia menuturkan, sabagai pengemban fungsi pembinaan, sudah kewajiban Direktorat Binmas untuk memberikan sosialisasi terkait aliran bergaris keras sehingga masyarakat tidak mudah terdoktrin dengan paham jihad yang keliru.

Selain sosialisasi, Dir Binmas juga sudah menerbitkan sampel buku saku untuk masyarakat tentang ISIS yang siap diedarkan dan dibagikan dalam jumlah banyak.

“Kenapa ISIS, karena aliran garis keras ini kan muaranya disitu, dan gerakan ISIS walau dalam judul kelompok apapun yang intinya ingin mendaulatkan negara baru diatas Indonesia, menyerang aparat, itu dilarang keras oleh pemerintah,” jelas Benny.

“Dengan adanya buku saku ini, yang akan selalu hadir di kantong masyarakat, sedikit tidak bisa menjadi pengingat dan bahan edukasi, sehingga masyarakat secara luas mengetahui, oooh ternyata ikut kelompok ini dilarang negara,” tandasnya.

Mindset masyarakat harus disusupi dan diisi dengan edukasi-edukasi tentang gambaran kelompok-kelompok yang dilarang kehadiran maupun pergerakannya oleh pemerintah.

Menurut Dir Binmas, sebagain besar masyarakat sudah cerdas, dipantau ketika penangkapan terduga teroris kemarin, masyarakat banyak mendukung bahkan membantu proses penangkapan.

“Pihak keluarga terduga teroris bahkan turut membantu, nah sebagian kecil saja dari oknum masyarakat kita yang masih terdoktrin dengan paham garis keras ini yang harus kita ubah lagi mindsetnya sampai benar-benar kembali sadar,” tuturnya.

Dia mengimbau, agar masyarakat turut berperan aktif, berpartisipasi membantu Polri mengamankan terduga teroris dengan melapor jika menemukan orang atau sekelompok orang dengan gerak-gerik mencurigakan.

“Perhatikan, simak, kalau sempat terdengar gaungan-gaungan radikal hendaknya langsung melapor ke pihak kepolisian,” imbaunya.

Pasukan Da’i Kamtibmas juga telah dipersiapkan Dir Binmas, untuk masuk ke pemukiman di titik-titik yang diduga menjadi sarang teroris.

“Kita juga sudah siapkan pasukan yang akan memberikan ceramah-ceramah agama untuk meluruskan pemahaman jihad yang sangat keliru tersebut,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close