Bhabinkamtibmas Ini ‘Bedah Rumah’ Warganya Dengan Uang dari Kantong Sendiri

Brigadir Ilham Wahyu

Mataram – Berawal dari tugas sehari-harinya sebagai pengayom masyarakat, seorang Polisi yang diamanahi menjadi Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Desa Puyung Brigadir Ilham Wahyu, tergerak hati ketika berkunjung di salah satu rumah warga binaannya.

Gubug reot bocor, berlubang dimana-mana dan berlantai tanah itu dihuni oleh satu keluarga kecil beranggotakan lima orang, yang kemudian menjadi satu paket komplit menggelitik hati nurani seorang Polisi untuk mencarikan solusi.

“Inisiatif ingin membantu dengan kantong sendiri itu muncul begitu saja ketika saya berkunjung di rumah salah satu warga binaan saya itu, saya kaget dan merasa kasihan ternyata ada warga saya yang selama ini menjalani hidup dengan malam harinya yang begitu dingin dan siangnya pasti terasa sangat panas,” ujarnya.

“Atapnya udah berlubang sana sini, dinding anyaman bambunya juga pasti tidak bisa diandalkan ketika harus bertarung dengan alam, saya tidak bisa bayangkan seperti apa nasib mereka ketika harus berhadapan dengan hujan, karena lantainya masih sangat alami, beralas tanah,” tutur Ilham dengan mata berkaca-kaca.

Biasa terpanggil dengan julukan ‘Inaq’ dilengkapi dengan nama anak pertama, Nahar. Inaq Nahar membesarkan empat orang anaknya seroang diri setelah bertahun-tahun lamanya ditinggal sang suami untuk memenuhi panggilan terakhir dari Tuhan menuju alam setelah alam dunia melalui pintu liang lahat.

Nahar sebagai sulung yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga mengalami sedikit cacat secara mental dengan beban tanggung jawab menghidupi ibunda dan tiga orang adik perempuannya.

“Yang lebih memprihatinkan adalah si Nurhayati, anak kedua Inaq Nahar ini mengalami cacat fisik berupa lumpuh sejak lahir,” lirih Ilham.

“Seketika itu Inaq Nahar mengatakan kepada saya, kalau dia sudah meninggal, bagaimana dengan nasib keempat anaknya dengan kondisi mereka yang kurang normal ditambah keadaan tempat bernaung yang sangat tidak layak,” tutur Ilham sambil berusaha meniru gaya bicara Inaq Nahar.

Diceritakan Ilham, dirinya langsung mebentuk tim yang ia sebut dengan julukan ‘empat pilar’, terdiri dari Babinsa, Pol PP, dan BKD (Badan Keamanan Desa) desa setempat untuk membantunya mencarikan dana.

Menurut penuturan Ilham, sampai sudah sepekan proses pembedahan rumah yang dana dan pengerjaannya langsung dari kantong dan keringatnya sendiri bersama tim empat pilarnya, belum dilirik oleh para donatur untuk turut membantu.

“Kami bangun dari 0% hingga sekitar 25% tahap pembangunan, semuanya dari kantong sendiri, belum ada bantuan dari pihak manapun, bahkan dana untuk menyewa tukang kami tidak punya, jadi yang kerjakan ya saya bersama tim empat pilar ini,” ujar Ilham.

Ilham berharap, bantuan dana bedah rumah sehingga menjadi layak huni yang ia lakukan untuk keluarga kecil Inaq Nahar mendapat perhatian dan uluran tangan dari siapapun.

“Tugas mengamankan desa adalah tugas kami sebagai empat pilar keamanan, namun tugas mensejahterakan rakyat kecil saya rasa adalah tugas kita bersama,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close