Pastor Paroki Mataram Dan Para Tokohnya Didatangi Polisi

 

Anggota Gabungan Polres Mataram saat silahturahmi dengan para tokoh umat Katolik Mataram

Mataram – Kamis,(9/11) Pimpinan Gereja Katolik Paroki Mataram Pastor Laurens Maryono, Pr., mengaku didatangi Petugas Kepolisian ke Gerejanya pukul 10.00 wita. Beberapa petugas berseragam terlihat hadir di Aula Gereja dengan membawa misi khusus ingin mengetahui situasi dan kondisi sebenarnya”

“beberapa hari lalu kami pihak Gereja telah mendapat surat pemberitahuan dari pihak Polres Mataram terkait kunjungan petugas kepolisian” ungkapnya.

Menurutnya, kedatangan tim gabungan ini sebagai bentuk kekhawatiran jelang tahun politik 2018 dan 2019 yang sudah mulai riak, sehingga tanggung jawab pihak kepolisian memastikan kondisi masyarakatnya.

Pastor Paroki St. Maria Immaculata Mataram menerima Wakapolres Mataram, Kamis, (9/11) di Aula Gereja

Dia menjelaskan, jelang rangkaian pesta demokrasi serentak di Indonesia banyak hal yang perlu diantisipasi yaitu dengan memberikan pemahaman dan pelajaran politik kepada masyarakat terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya sangat senang dan merespon positif kehadiran aparat negara” ujar pimpinan gereja yang berdiri sejak tahun 1923 ini.

Hal serupa disampaikan Wakapolres Mataram Komisaris Polisi I Made Baduarsa, S.H.,M.H., beserta tim Opsnal Binmas saat audiens dengan para tokoh umat Katolik Mataram yang hadir.

“Maksud dan tujuan Polri datang menemui para tokoh umat Gereja  Katolik Mataram adalah sebagai bentuk silahturahmi dan sekaligus untuk mempersiapkan masyarakat terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif jelang Pilkada dan rangkaiannya di wilayah hukum Kota Mataram pada setiap tahapannya” ungkap Wakapolres.

terlihat para tokoh Umat Katolik yang hadir dalam silahturami, Kamis, (9/11) di Aula Gereja

Tidak hanya tokoh Gereja, Made Baduarsa menjelaskan, pihaknya telah dan akan turun ke semua tokoh agama, tokoh pemuda, sampai pada tokoh politik untuk memberikan pendidikan politik yang sesuai dengan aturan sehingga tidak mencederai jalannya pesta demokrasi.

“Kami melaksanakan tugas melayani masyarakat, dalam seminggu tim Polres Mataram 4 kali mendatangi komunitas masyarakat, mulai dari pimpinan partai, tokoh agama sampai pada tokoh masyarakat” ujarnya.

Cipta kondisi yang dilakukan oleh kepolisian menurutnya, adalah sebagai bentuk tanggung jawab negara memelihara warganya terutama jelang rangkaian Pilkada mulai dari tahapan awal sampai dengan kegiatan pelantikan nantinya.

“Karena tugas Polri adalah menyiapkan masyarakat kondusif, dan tidak terprovokasi” pungkasnya.

Foto bersama usai silahturahmi Wakapolres Mataram dengan Pastor Paroki St. Maria Immaculata Mataram dan tokoh Umat Katolik, Kamis, (9/11) di Aula Gereja

Selajan dengan Romo Lauren Maryono, dia menegaskan Di lingkungan gereja harus steril dari urusan politik, tidak ada baju parpol di gereja, karena akan menjadi pemicu bila terjadi pelanggaran”

Pada kesempatan yang sama Wakapolres, berharap agar masyarakat Katolik yang ada di Mataram agar cerdas melihat situasi yang berkembang, tidak mudah terpengaruh oleh prakti politik yang tidak benar.

“agar para tokoh umat ikut terlibat menjadi pengawas tiap tahapan pemilu demi terciptannya masyarakat yang aman damai tenteram dan sejahterah” tutupnya.(*jo).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close