Merasa Tak Puas, Keluarga Korban Penganiayaan di Bima Blokir Jalan

Kapolres Bima AKBP Bagus menjelaskan prosedur kepada warga

Mataram – Aksi blokir jalan kembali terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat. Rabu (8/11) kemarin sekitar pukul 09.50 Wita, keluarga korban penganiayaan bersama warga Renda, Bima menutup akses jalan lintas Tente-Karumbu.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti, M.M kepada media menuturkan, aksi tersebut merupakan lampiasan ketidakpuasan terhadap penanganan perkara penganiayaan yang ditangani Polsek Belo.

“Aksi blokir jalan yang mereka lakukan hingga 10 titik dengan menggunakan batu, kayu dan tanah uruk,” ungkap Kabid Humas tatap muka dengan media, di ruang kerjanya, Kamis (9/11).

Dalam tuntutannya, warga meminta para pelaku penganiayaan bisa secepatnya ditangkap dan diproses oleh pihak Kepolisian. Berselang tiga jam berlalu, sekitar pukul 14.00 Wita, akhirnya timbul pemahaman oleh keluarga korban yang ditengahi langsung oleh Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo, SIK dengan perwakilan keluarga korban.

“Tentunya pihak Kepolisian tidak bisa asal tangkap melainkan harus sesuai dengan SOP,” tambahnya.

Akhirnya, sekitar pukul 15.00 wita, 10 titik jalan yang diblokir akhirnya dibuka bersama petugas dan warga.

Ditambahkan Kabid Humas, baiknya warga tidak lagi melakukan pemblokiran jalan karena alasan tertentu dan percayakan penanganan perkaranya kepada pihak Kepolisian.

“Mengingat tindakan pemblokiran jalan sangat merugiakan masyarakat dan pengguna jalan lainnya,” imbuhnya. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close