Direktur Intelijen Polda NTB Instruksikan Waspadai Agenda Dua Hari Besar

Direktur Intelijen dan Keamanan Polda NTB Kombes Pol. Drs. Susilo Rahayu Irianto

Mataram – Situasi kamtibmas di NTB saat ini memang berhasil terpelihara kondusifitasnya, namun kewaspadaan Polri terhadap ancaman serangan teror dari kelompok radikal tak boleh surut.

Disampaikan Direktur Intelijen dan Kemanan (Dir Intelkam) Polda NTB Kombes Pol. Susilo Rahayu Irianto, pasca 13 terduga teroris berhasil diamankan, Polri harus semakin mewaspadai adanya ‘counter attack’ dari jaringan komplotan radikal tersebut.

Dua hari besar, Natal dan Tahun Baru, yang diperkirakan akan dilakukan operasi oleh kelompok penganut radikalisme dengan target utama anggota kepolisian.

“Kita waspadai jaringan mereka, apalagi dengan adanya dua rekan mereka yang tewas saat baku tembak dengan Densus 88, besar kemungkinan akan ada serangan balik,” ujarnya, Kamis (9/11).

“Namun jangan khawatir, peralatan kita lengkap, personil kita sudah terlatih, pergerakan kita harus lebih cepat dari mereka,” imbuhnya.

Proteksi dan perburuan tetap dilakukan oleh Densus 88 dibawah kendali Polda NTB, bahkan pihak instansi terkait akan turut mendukung aksi deradikalisasi.

“Justru jika mereka bergerak, kita akan semakin mudah lakukan penangkapan untuk memberantas radikalisme di negeri ini,” tukas Dir Intelkam.

“Kekuatan kita jauh lebih besar, pupuk kekompakan, saling melindungi satu sama lain, jangan gentar namun juga jangan anggap remeh, antisipasi, waspadai, kemudian lakukan pergerakan sedikit lebih cepat dari mereka,” siasatnya.

Dir Intel mengingatkan, personil yang membawa senjata api agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Ada info bahwa amir mereka telah memerintahkan untuk melakukan penyerangan dengan senjata apapun, jangan sampai ada anggota kita yang diserang untuk direbut senjata apinya,” tandasnya.

Lebih lanut Dir Intel menjelaskan bahwa tugas Polri adalah untuk mengembalikan mereka (teroris) menjadi bagian dari NKRI.

“Mereka sebenarnya adalah bagian dari bangsa ini, namun mereka terpengaruh paham radikal, sehingga menjadi tugas kita untuk menyadarkan mereka, kita tangkap kemudian kita bina,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close