Polda NTB Bentuk Pasukan “Cyber” Tangkal Hoax dan Radikalisme

Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Tajuddin, M.H., saat memberikan sambutan

Mataram – Saat ini korelasi antara dunia maya dan nyata semakin dekat. Opini yang terbentuk di dunia maya sangat mempengaruhi kondisi kamtibmas di dunia nyata. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda NTB memebentuk pasukan “Cyber” untuk berpatroli dan menangkal isu-isu hoax dan radikalisme.

Wakapolda NTB Kombes Pol. Tajuddin saat memberi sambutan pada pembukaan pelatihan Cyber Troops yang diprakarsai Bidang Humas Polda NTB mengharapkan pasukan ini dapat menjadi perisai Polri dalam menangkal isu negatif yang berkembang di tengah masyarakat.

“Rekan-rekan yang mengikuti pelatihan ini akan diberikan kemampuan untuk dapat mengkounter opini negatif publik, terutama yang berkembang di media sosial,” ujar Wakapolda, Selasa (7/11) di Rupatama Polda NTB.

Isu di mesia sosial harus dibendung, jika isu tersebut tidak memiliki nilai edukasi dan berpotensi meresahkan masyarakat, apalagi yang mendiskreditkan Polri.

“Pelatihan ini perintah pimpinan kita langsung dari mabes, tugas rekan-rekan mengkounter opini yang sifatnya negatif,” papar Wakapolda.

Juga dia jelaskan, kegiatan kepolisian yang mengandung opini positif banyak tidak teregaungkan, Cyber Troops tugasnya selain menciptakan opini positif, juga memviralkannya.

“Banyak sekali keberhasilan Polri yang tidak terekspos, seperti pengungkapan kasus, penangkapan para pelaku kejahatan, nah ini yang mustinya dibuat viral,” tukas Wakapolda.

Banyak beredar di dunia maya, bahkan cepat tersebar, berita-berita hoax dengan konten negatif. Hal tersebut dinilai Wakapolda memiliki dampak yang besar dalam mempengaruhi situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat).

“Yang negatif, segera dikounter, apalagi jika opini yang dibuat oleh orang-orang tidak bertanggung jawab itu tidak memiliki dasar, atau fitnah,” perintahnya.

“Harus ditiadakan, dikecilkan, kounter dengan klarifikasi resmi dan isu-isu positif, sampai opini negatifnya tenggelam,” tekannya.

Wakapolda berharap, melalui kegiatan tersebut, para pasukan “Cyber” memiliki kemampuan menangkal opini negatif untuk kemudian diolah menjadi positif, sehingga kamtibmas bisa tetap terpelihara. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close