Kapolda NTB Ajak Peserta Gowes Ingat Jasa Pahlawan Melalui Semangat Kayuhan Sepeda

Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si siap melepas peserta gowes

Mataram – Banyak cara yang dapat dilakukan dalam mengilhami jasa para pahlawan yang telah susah payah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

Salah satunya dengan cara unik yang disampaikan Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si sesaat sebelum melepas peserta gowes sepeda tour de Lombok melesat dari Polres Lombok Tengah menuju Mako Sat Brimobda NTB di Ampenan.

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan, gowes sepeda tour de Lombok kali ini dalam rangka memperingati HUT Korps Brimob Polri ke-72 dan mengenang sejarah jasa para pahlawan dalam pertempuran Surabaya 10 Nopember 1945.

“Acara tour de Lombok ini kita adakan memang untuk memperingati hari bersejarah itu, namun pelaksanaannya bukan hanya kayuh sepeda terus keluar keringat saja,” ujarnya, Minggu (5/11) di Garis Start depan Mako Polres Loteng.

“Namun perjuangan menempuh perjalanan jauh dari Praya ke Ampenan nanti harus dihayati dengan semangat para pejuang kita saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” tandas Kapolda.

Di hadapan ratusan peserta gowes yang terdiri dari anggota kepolisian, ibu bhayangkari dan masyarakat di Pulau Lombok, Kapolda sedikit menceritakan tentang sejarah perjuangan Brimob Polri yang pada tanggal 21 September 1945 silam menjadi cikal bakal lahirnya Brimob Polri, serta kepiawaian Brimob yang dalam keikutsertaannya membasmi penjajah pada peristiwa 10 Nopember 1945 di Surabaya hingga akhirnya berhasil mempertahankan kedaulatan negara.

“Ada satu sosok yang sangat kita hormati dan tidak boleh terlupakan jasanya, khususnya untuk Polri, yakni Komjen Pol. Drs. M. Yasin, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Polisi Istimewa Surabaya yang hari ini kita kenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob),” tutur Kapolda.

Filsafat bersepeda dijelaskan Kapolda sebagai bentuk perjuangan, memang sangat tidak sepadan jika disandingkan dengan sumbangsih para pasukan brimob yang kala itu dipimpin oleh salah satu pahlawan nasional, Komisaris Jenderal Polisi Muhammad Yasin.

Namun sedikit tidak, bisa mengedukasi para peserta gowes tentang rekam jejak besarnya pengorbanan para pejuang dalam mengusir penjajah dari tanah air.

“Seketika kita naik sepeda kita harus tau bagaimana kekuatan sepeda kita, tidak bisa lagi menggantungkan diri dengan orang lain, apakah mau belok ke kanan maupun ke kiri, jatuh atau selamat sampai tujuan, kita yang tentukan karena kita yang kendarai,” jelasnya.

“Termasuk kecepatan, siapa yang lebih dulu sampai tentu akan mendapat penghargaan, dan itu butuh perjuangan, nah itu yang diresapi, bagaimana peluh keringat para pejuang terdahulu, sehingga hari ini kita dapat merasakan nikmatnya kemerdekaan,” pungkas Kapolda. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close