9 Terduga Teroris Ditangkap Lagi, Wakapolda NTB: Semua akan kita buru sampai ke akarnya…!

Wakapolda NTB Kombes Pol. Tajuddin

Mataram – Densus 88 berkoordinasi dengan Polda NTB, Rabu (1/11) malam kembali menangkap terduga teroris. Total sebanyak 9 orang berhasil diciduk dan akan dibawa ke Jakarta pada Kamis (2/11) guna proses pengembangan selanjutnya.

Wakapolda NTB Kombes Pol. Tajuddin mengungkapkan, perburuan teroris yang diduga sebagai dalang penembakan anggota Polres Bima Kota akan tetap berlanjut dan akan terus digali hingga ke akar.

“Total keseluruhannya 11 orang, yang dua orang kan sudah meninggal dunia dan sudah kita pulangkan, 9 sisanya akan diterbangkan ke Jakarta,” ujarnya saat diwawancara.

“Yang jelas, suatu kasus itu kan biasanya bukan hanya satu orang, dua orang, tergantung dari hasil pemeriksaan, bisa aja ini akan berkembang terus” imbuhnya.

Menurut Wakapolda, suatu tindak kejahatan bisa saja dilakukan secara berkomplotan, segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam membantu proses terjadinya kejahatan tersebut, seluruhnya akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Karena yang namanya membantu melakukan suatu kejahatan itu, bisa saja ada yang bertugas memberikan informasi, ada yang menyiapkan logistik, ada yang bertugas memfasilitasi tempat persembunyian, itu kan termasuk membantu semua, mereka semua termasuk tersangka nantinya,” jelas Wakapolda.

Dijelaskan Wakapolda, keberadaan terdugas teroris bernama Munandar masih belum dapat dipastikan apakah termasuk dalam kesembilan orang yang berhasil ditangkap, namun demikian, terduga teroris bernama Iqbal sudah berhasil ditangkap beserta salah satu pelaku penembakan anggota Polres Bima Kota.

“Dari kesembilan orang tersebut semuanya laki-laki, yang jelas tergantung pemeriksaan nanti, akan didalami dulu sampai sejauh mana keterlibatannya,” tukas Wakapolda.

Proses penangkapan dijelaskan Wakapolda tidak dilakukan serentak, namun dijaring satu persatu berdasarkan informasi yang berhasil digali dari tersangka saat diinterogasi.

“Kita tangkap terpisah, satu persatu, setelah ditangkap satu, si A diinterogasi, si A mengatakan tentang keberadaan si B, kita ambil, setelah si B ditangkap, kita gali terus menanyakan siapa saja yang terlibat, terus seperti itu hingga total berhasil sembilang orang yang terjaring,” ujarnya.

Hanya dalam kurun waktu tiga hari yang diperlukan pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan untuk mendalami kasus tersebut, kesembilan orang tersebut masih berstatus sebagai terduga teroris.

Untuk sementara, barang bukti yang berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian hanya senjata api rakitan dengan 10 butir peluru yang dibungkus dengan kain hitam, sebilah parang dan uang senilai sembilan puluh ribu rupiah.

Dari kesembilang terduga teroris, Wakapolda menerangkan ada satu orang yang telah mengakui bahwa dirinya adalah salah satu pelaku penembakan anggota Polres Bima Kota.

“Sesuai dengan kasus pemeriksaannya, salah satunya ada yang mengakui bahwa dia pelaku penembakan,” terang Wakapolda.

“Yang satu orang lagi, masih kabur dengan membawa senjata rakitan, itu tetap target buron kita, sampai kapanpun juga kita akan kejar karena datanya ada sama kita semua,” tegasnya.

Wakapolda mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan.

“Pengungkapan ini tentuntya berentetan, ditangkap satu yang lainnya nanti akan mengatakan keberadaan dan keterlibatan si A juga, si B juga, maupun si C, tentunya semua yang terkait, kita akan tetap buru semua sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close