Kontak Tembak Densus dengan Teroris di Bima, Senjata Rakitan Dan Peluru Organik Ditemukan di TKP

Wakapolda NTB Kombes Pol. Tajuddin

Mataram – Usai baku tembak antara pihak Kepolisian Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror dengan terduga teroris asal Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (30/11) kemarin, Polisi menemukan senjata rakitan lengkap dengan pelurunya yang diduga kuat milik terduga teroris.

Barang bukti itu ditemukan petugas saat menyisir lokasi baku tembak di pegunungan Oi Sarume, Dusun Mawu Dalam, Desa mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

“Di TKP kontak tembak ditemukan sebuah senjata rakitan dengan peluru organik sebanyak sepuluh butir, sebilah pisau, dan uang sejumlah 90 ribu rupiah,” ungkap Wakapolda NTB Kombes Pol. Tajuddin kepada awak media di Polda NTB, Selasa (31/10).

Dalam aksi baku tembak itu, dua orang terduga mengalami luka tembak dan tewas ditempat. Dua terduga teroris itu bernama Muhamad Amirullah alias once dance (37), warga Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpuda, Kabupaten Bima dan Rahmad Fadlizil Jalil Alias Yaman (27) warga Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpuda, Kabupaten Bima.

Dipaparkan Wakapolda NTB, terhadap dua terduga teroris ini masih ada kaitannya dengan pelaku penembakan dua anggota polisi di bima waktu lalu.

“Terduga teroris ini berkaitan dengan peristiwa penembakan dua orang anggota Polres Bima di Kelurahan Penatoi pada 11 September lalu saat baru saja usai mengantar anaknya sekolah,” tambahnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman lagi terkait anggota kelompok teroris lainnya yang diduga masih berada di wilayah bima, namun Wakapolda mengimbau, warga baiknya tidak kawatir dan menyerahkan penanganan ini kepada pihak Kepolisian.

“Bagi warga yang ada di bima diimbau supaya tidak terprofokasi, tenang, tentunya polisi bertindak secara proposional,” tandasnya. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close