Menderita Diabetes, Nenek Sebatang Kara Ini Butuh Bantuan Uluran Tangan

Kediri – Nenek Saenah  yang umurnya di perkirakan 100 tahun ini, menjalani hidup sebatang kara tanpa seorang anak, apalagi cucu yang menemani di hari tuanya. Ditambah lagi penyakit diabetes yang dideritanya,  hingga mengalami luka borok dikakinya menambah beban nenek ini. Memprihatinkan memang, bertahan hidup dalam kondisi sakit diabetes yang di deritanya dan tidak pernah di obati, hingga mengakibatkan luka borok pada bagian kakinya yang hampir membusuk. Bripka Suryawan, Bhabinkamtibmas Desa jembatan Kembar Polsek lembar ini, merasa terpanggil untuk datang melihat kondisi Nenek Saenah dan membantunya membawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan pada bagian kaki yang sudah semakin parah.

Berawal dari postingan seorang aktifis sosial (29/10),  dengan nama akun Herwin Sunarman  memperlihatkan rekaman video bagaimana Bripka Suryawan menggendong Nenek Saenah saat akan dibawa kerumah sakit. Tanpa rasa jijik sedikitpun, Bripka Suryawan tetap menggendong Nenek Saenah dengan kondisi kaki borok akibat penyakit diabetes yang dialaminya.

Saat dikonfirmasi tentang postingan akun Herwin Sunarman tersebut, Bripka Suryawan tidak menampik tentang unggahan video yang beredar di medsos FB tersebut. Bripka Suryawan mengatakan bahwa, dia mendapat informasi dari masyarakat di Dusun Karang Bedil Desa Kediri Lobar ada seorang nenek sebatangkara menderita diabetes dan sekalipun tidak pernah mendapatkan pengobatan. Dalam kondisi kekurangan, Nenek Saenah sampai saat ini tinggal di rumah orang lain yang bersedia menampungnya.

“Karena lokasinya di luar wilayah polsek tempat bertugas, jadi saat itu saya melakukannya usai bertugas pada malam hari,” ungkap Bripka Surayawan saat dikonfirmasi tentang unggahan video tentang dirinya yang beredar di sosial media.

“Berkat bantuan dari teman-teman aktifis sehingga nenek saenah bisa mendapatkan pengobatan yang layak, dan rencananya dari teman-teman aktifis akan membantu memperbaiki kamar nenek Saenah agar ventilasi udaranya lancar” imbuhnya.

Karena penyakit yang di deritanya, nenek Saenah tidak boleh mengkonsumsi makanan sembarangan. Nenek Saenah mendapatkan bantuan dari donatur berupa beras merah dan kasur serta uang Rp 500.000,-. Diharapkan dengan bantuan tersebut, akan dipergunakan untuk berobat, dan sampai dengan saat ini nenek Saenah belum memiliki BPJS.

“Dari informasi bahwa kondisi nenek semakin memburuk, Alhamdulillah tadi malam (29/10) sudah saya bawa ke Puskesmas Kediri untuk di rawat inap. Besar harapan saya, mudah-mudahan banyak donatur yang bisa membantu untuk pengobatan nenek Saenah” tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close