Jadi Perhatian Presiden, Kapolri Perintah Jajaran Lakukan Penertiban Merkuri Serentak

 

Wakapolda NTB Kombes Pol. Tajuddin saat memimpin vicon di Hanggar

Mataram – Melalui video conference, Senin (30/10) yang dipimpin Asops Kapolri Irjen Pol. Mochammad Iriawan, memerintahkan seluruh jajarannya agar peredaran bahan kimia berbahaya jenis merkuri harus segera ditertibkan.

Disiarkan langsung dari Pusat Pengendali Sistem Mabes Polri, Iriawan menjelaskan bahwa perintah tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo melalui Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian.

“Instruksi Presiden tentang penghapusan penggunaan merkuri secara nasional, menindaklanjuti, Kapolri perintahkan, pemberantasan penggunaan merkuri harus dilaksanakan maksimal,” ujarnya.

Dalam arahannya, Iriawan menjelaskan, penggunaan merkuri di pertambangan rakyat harus dihentikan, karena penggunaannya memiliki dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

“Pasti akan ada perlawanan, protes dari penambang, lakukan sosialisasi agar masyarakat mengerti mengapa ini dilakukan sehingga saat penertiban tidak menimbulkan korban,” terangnya.

“Pesan Kapolri, penertiban dan penghapusan wajib dilakukan namun sedapat mungkin, jangan menimbulkan kegaduhan,” tekannya.

Iriawan kemudian menjelaskan, langkah-langkah penertiban dapat dilakukan dengan melarang penggunaan merkuri di tambang emas rakyat.

“Bukan tutup tambangnya namun penggunaan merkurinya yang dilarang,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi dianggap Iriawan menjadi langkah penting.

“Lakukan sosialisasi ke rakyat sehingga rakyat tahu bahwa dunia internasional sudah tidak menggunakan merkuri hanya Indonesia yang menggunakan,” tukas Asops Kapolri.

Mantan Kapolda NTB dan Kapolda Metrojaya itu menegaskan, penindakan dan pengawasan terhadap toko-toko yang masih menjual merkuri agar rutin dilaksanakan.

“Penindakan jalur distribusi merkuri ini rutin laksanakan sampai semuanya tertib,” tandasnya.

“Seluruh kegiatan tersebut sudah dilaksanakan oleh Bareskrim Mabes Polri dan ada beberapa Polda juga sudah melaksanakan, dimana sudah ada 59 kasus yang ditangani dan berhasil menyita 40,4 ton barang bukti,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close