Wakapolda NTB : Gelorakan Kedamaian Dengan Memerangi Hoax!

Wakapolda NTB Kombes Pol Drs. Tajuddin, M.H.

Mataram – Pukul 10.00 wita, bertempat di Lobby Hotel Lombok Astoria, Wakapolda NTB Kombes Pol Drs. Tajuddin, M.H. menghadiri kegiatan Pembukaan pelatihan Duta Dama Dunia Maya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Pejabat Ka BNPT, Pejabat Gubernur NTB, Pejabat perwakilan dari Danrem 162, Ketua FKPT NTB dan para peserta pelatihan Duta Damai Kota Mataram yang berjumlah sekitar 100 orang.(26/10)

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) untuk memerangi kejahatan radikal di Mataram. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda menyampaikan apresiasinya serta memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini karena kegiatan ini sangat banyak manfaatnya. Tujuan dari pelatihan dan pengukuhan duta damai dunia maya ini adalah untuk memerangi paham radikalisme dan terorisme di dunia maya agar para pemuda yang aktif di dunia maya mempunyai pengetahuan lebih terhadap paham radikalisme dan terorisme, juga dapat membentuk pemuda pengguna dunia maya yang lebih bermoral dan berakhlak, sehingga dapat digunakan sebaik mungkin di dunia maya.

“Pentingnya keberadaan duta damai dunia maya juga untuk menyuarakan pesan damai yang selama ini banyak masyarakat yang lebih memilih diam, sehingga gaung perdamaian lebih sepi ketimbang banyaknya pesan-pesan bersifat sara yang berbau radikalisme.” Jelas Wakapolda.

Wakapolda NTB Kombes Pol Drs. Tajuddin, M.H. memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Duta Dunia Maya

Kegiatan ini merupakan salah satu program pencegahan penyebaran gerakan radikalisme dan terorisme dimana yang terpilih para pemuda yang dianggap efektif dalam mengkampanyekan pesan damai di media sosial khususnya di kota mataram ini.

“Saya berharap terus gelorakan kedamaian di indonesia khusunya di Provinsi NTB dengan melawan berita hoax dengan menyampaikan kebenaran fakta, serta melawan aksi propaganda kelompok yang akan mengganggu NKRI dan merusak genarasi muda indonesia sebagai generasi penerus bangsa.” Terang Wakapolda.

Pada akhir sambutannya, Wakapolda menyampaikan pesan agar lebih mencermati baik terkait berita di medsos yang akan di share di grup dan teman yang belum diketahui tentang kebenarannya. Jika berita tersebut merupakan kebohongan, maka akan dipidanakan. Oleh sebab itu, dengan adanya oelatihan seperti ini, Wakapolda berharap, para pemuda lebih mengerti tentang apa saja yang akan dibagikan d media sosial.

“Nilai-nilai Pancasila juga agar lebih dikedepankan sebelum menyampaikan pendapat di media sosial. Agar setelah dishare, berita tersebut tidak menuai pendapat yang dapat memecah belah NKRI” tegas Wakapolda. (sy-jo)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close