Dir Reskrimsus Ingatkan, Sebelum Tekan “Share” Pikirkan Dampak Pidananya

Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol. Anom Wibowo

Mataram – Penanganan kasus pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kian marak. Sudah banyak pembertiaan tentang pelaku yang harus mendekam di balik jeruji besi hanya karena ‘ikut-ikutan’ menyebarkan informasi di dunia maya, tanpa pernah menelaah dampak sebelum mengirim atau “share”.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda NTB Kombes Pol. Anom Wibowo mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memanfaatkan kebebasan ‘bergaul online’.

“Media Sosial sekarang sudah sangat ramai, nah saat kita bergaul, berkomunikasi, musti harus lebih berhati-hati, jangan seenaknya, apalagi kalau diinteraksikan melalui dunia maya,” ujar Dir Reskrimsus dalam arahannya, Rabu (25/10).

Dia Jelaskan, selama menangani kasus ITE, para penyidik banyak melaporkan bahwa penyimpangan bermedia sosial selalu berawal dari sikap para penggunanya yang asal ‘forward’.

“Saya sering sekali menerima laporan dari penyidik, saat pelaku dalam proses penyidikan, selalu saja memberikan keterangan bahwa awal mula kesalahan mereka karena asal ‘share’, asal tekan pilihan ‘forward’ sebelum berfikir dampaknya,” terang Anom.

“Informasi yang isinya provokasi, mereka tidak sadar, mereka mengatakan hanya mem-‘forward’, hanya meng-‘copy paste’ tanpa disadari bahwa perbuatan mereka ada dampak konsekuensi hukum,” imbuhnya.

Sebentar lagi, masyarakat di NTB akan memasuki tahun politik 2018, Dir Reskrimsus sebutkan bahwa upaya-upaya sosialiasi agar masyarakat tidak lagi mengulangi kesalahan menggerakkan jempolnya harus mulai gencar dilaksanakan.

“Apalagi memasuki tahun politik 2018, tentu akan banyak postingan yang cenderung menginformasikan hal-hal yang sifatnya negatif, provokasi, adu domba, menjelekkan saingan paslon, sebagai Polri ini yang kita antisipasi,” ujar Dir Reskrimsus imbau personil. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close