Tegakkan Aturan, SPN Polda NTB Terpaksa Pulangkan 1 Siswanya

Belanting-Sekolah Polisi Negara Polda NTB, pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wita mengembalikan salah satu siswa didikannya Siswa MRS kepada orang tua kandungnya, Sabtu (21/10). Upacara pengembalian siswa kepada orang tuanya ini dilaksanakan di Gedung Dojo SPN Polda NTB. Adapun peserta upacara yang mengikuti kegiatan dimaksud adalah para pejabat Korps Siswa Bintara Polri Gasum T.A.2017, pejabat utama, gadik Muda dan Gadik madia, pengasuh serta staf SPN Polda NTB. Sedangkan Irup pada pelaksanaan upacara pengembalian siswa ke orang tuanya
adalah Ka SPN POLDA NTB sendiri, yaitu AKBP KURNIANTO PURWOKO, S.H.
Pengembalian siswa MRS  ini kepada orang tua kandungnya dilaksanakan berdasarkan Skep Kalemdiklat Polri Nomor: Skep/244/XII/2006 tanggal 29 Desember  2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberhentian dan Pengeluaran Peserta Didik dari Pendidikan Pembentukan Brigadir, Dikbangum dan Dikbangspes Polri dan Skep Kapolda NTB Nomor: Skep/497/X/2017 tanggal 20 Oktober 2017.

“dikeluarkannya Siswa MRS dikarenakan yang bersangkutan tidak dapat mengikuti proses pembelajaran atau pendidikan secara teratur yang berturut sebanyak 12% dari 1400 jp (jam pelajaran) yang harus di ikuti,”ucap Ka SPN Polda NTB.

“tidak bisanya Siswa MRS ini mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berturut-turut, dikarenakan yang bersangkutan mengalami sakit Illeus Paralitik, keterangan yang saya dapat dari pihak kesehatan, “ ujar Ka SPN Polda NTB.
“inilah jalan hidup, karena setiap manusia sudah di berikan dan takdir jalan hidupnya masing-masing. Jikalau nanti MRS kembali untuk mendaftar dan dinyatankan sehat, kamipun siap menerimanya kembali dengan lapang dada,” tambahnya.
“Saya berharap kepada seluruh siswa angkatan 2017 ini tetap menjalin silahturahmi kepada MRS dan ini juga merupakan pembelajaran buat kita semua, bahwa kesehatan itu penting,” tutup Ka SPN Polda NTB.

Dari penjelasan yang diberikan oleh Ka SPN Polda NTB, jelas bahwa bagi para siswa yang akan menumpuh pendidikan d SPN bukan hanya saja harus menyiapkan ilmu pengetahuan, fisik dan metal yang kuat. Akan tetapi para siswa juga dituntut juga untuk harus tetap menjaga kesehatannya selama mengikuti pendidikan, bukan hanya sehat pada saat melakukan pendaftaran saja. Karena dengan kondisi yang sehat para siswa tentu akan dapat mengikuti seluruh prose pemblajarn tanpa harus ada yang terlewati. (tgh)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close