Wakapolda Tegaskan Kewenangan Polri hanya Untuk Pengabdian

Wakapolda NTB Kombes Pol Drs. Tajuddin, M. H.

Mataram – Ditegaskan Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Tajuddin, M.H., saat memberikan arahan kepada seluruh personil, Senin (16/10) kewenangan yang dimiliki Polri tidak boleh digunakan dengan cara yang arogan (red: semena-mena).

Polri diberikan andil yang besar dalam mengatur masyarakat. Menurut Wakapolda, kemasifan wewenang Polri justru harus dipraktekkan dalam bentuk pengabdian diri.

“Mari kita layani dan lindungi masyarakat, kita ini di bawah masyarakat, jangan arogan, organisasi kita besar karena dihadiahi kewenangan untuk mengatur, namun harus digunakan dengan etika yang baik,” ujarnya di Lapangan Gajah Mada Polda NTB.

“Kewenangan ini hanya fasilitas untuk mengoptimalkan pelayanan kita kepada masyarakat,” tekannya.

Dikatakan dia, kewenangan yang ia maksudkan terutama ditujukan kepada para penyidik Polri.
Dia tekankan agar penyidik tetap melaksanakan tugasnya dengan humanis.

“Memang telah diatur dalam KUHAP tentang kewenangan penyidikan, yakni kewenangan memeriksa, memanggil bahkan melakukan penangkapan,” terang Wakapolda.

“Namun imbangi dengan cara yang santun, laksanakan profesionalitas dengan mengedepankan cara yang humanis,” tukasnya.

Dijelaskan Wakapolda, Polri selain sebagai penegak hukum, juga sebagai pengayom. Maka semua masyarakat, termasuk yang melakukan tindak pidana memiliki hak untuk diayomi meski sedang dilakukan pemeriksaan.

“Sehingga masyarakat tetap memberikan rasa hormatnya, meski mungkin dia dalam keadaan terperiksa,” tambah Wakapolda.

Dia katakan, dalam memberikan pengabdian, selain penggunaan kewenangan yang tidak arogan, personil juga diharapkan tetap kompak dan hindari segala bentuk kegiatan yang bersifat kontraproduktif. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close