Dakwahkan Tausyah Kebangsaan, Kapolda NTB Ajak Masyarakat KSB Dzikir Bersama dan Berbagi

Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si saat foto bersama anak yatim

Mataram – Melakoni misi sebagai pemelihara keamanan, Kapolda NTB Drs. Firli, M.Si kali ini mengunjungi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Sabtu, (14/10) dalam rangka kunjungan kerja. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan tausyah kebangsaan dan mengajak masyarakat untuk berdzikir bersama dan berbagi kepada anak yatim.

Tampak menghadiri acara, unsur pemerintahan KSB yakni Bupati KSB, Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Pimpinan SKPD KSB dan para tokoh agama, adat, masyarakat dan pemuda turut menyambut kedatangan Kapolda yang didampingi tombongan Pejabat Utama Polda NTB.

Setelah mengawali acara dengan dzikir bersama, Kapolda memberikan bantuan berupa jam digital untuk beberapa masjid di Kabupaten Sumbawa Barat dan santunan kepada anak yatim yang berjumlah 250 orang.

Kemudian, dalam kesempatannya menyampaikan tausyah kebangsaan, Kapolda menyatakan bahwa kegiatan berbagi kepada anak yatim menjadi penggerak awal dalam merevolusi mental masyarakat.

“Perekat bangsa yang paling utama dalam menjaga keutuhannya ialah berbagi kepada sesama, bukan hanya kepada anak yatim, saling tenggang rasa akan menguatkan jalinan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Diharapkan, melalui kegiatan tali asih dan dzikir berama seluruh komponen Kabupaten Sumbawa Barat, menjadi pengingat agar kedepan, masyarakat KSB tetap mengutamakan jalan musyawarah dan kumpul bersama ketika menyelesaiakan suatu permasalahan.

“Saya harapkan semoga situasi kamtibmas di Kabupaten Sumbawa Barat tetap kondusif, jika terjadi masalah, segera dudukkan, kumpul bersama dan cari solusi melalui musyawarah,” tutur Kapolda.

Kapolda mengapresiasi salah satu budaya yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, yakni kegiatan rembug masyarakat bersama pemerintah daerah yang dilaksanakan rutin setiap kamis malam.

“Ada satu budaya yang sangat saya kagumi, hanya ada di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Bojonegoro yaitu kegiatan rembug, inilah salah satu impelementasi dari nilai kebangsaan, jika tetap rutin dilaksanakan, insyaAllah segala permasalahan dapat diselesaikan dengan baik, tanpa konflik, tanpa kekerasan,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close