Razia Gabungan, Sat Lantas Polres Lobar Periksa Kelengkapan Pengendara

12 September, 2017
147 Views

Kediri – Polres Lombok Barat menggelar Razia gabungan bersama dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dalam penertiban terhadap kendaraan roda dua dan empat yang melintas di Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (12/09). Razia gabungan ini terfokus pada kendaraan yang mempunyai masalah dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), pajak kendaraan bermotor dan kelengkapan lainnya seperti helm, plat nomor dan lain-lain.

Kasat Lantas Iptu Lalu Panca Warsa, SH, pada saat apel persiapan razia memberikan arahan kepada anggota yang terlibat untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya, menjaga diri sendiri dan tetap waspada.

“Razia ini digelar untuk memberikan efek jera bagi pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran. Jangan keluar dari aturan yang berlaku, tetap waspada dan jaga diri sendiri pada saat di lapangan”. Ujarnya.

Dalam hal ini, polisi mengacu pada UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 68 ayat 1 yang berbunyi: setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi TNKB dan STNK.

Selain itu, polisi mengacu pada Perkap No. 5/2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan. Dalam Pasal 37 ayat 2 disebutkan bahwa STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan di jalan. Dalam Pasal 37 ayat 3 pada Perkap tersebut juga disebutkan STNK berlaku lima tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan, atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah yang harus dimintakan pengesahan tiap tahun.

Beberapa dari pengendara yaitu Bapak Satria Dedi setuju di lakukannya razia ini, karena pengendara yang tidak taat pada aturan lalu lintas langsung diberikan tindakan berupa tilang dan teguran.

“saya setuju di lakukannya razia ini karena Sanksi yang diberikan berupa tindakan penilangan dan teguran yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Sehingga pengendara yang terkena razia tidak berani mengulanginya lagi  “ujarnya.

Pelanggaran lalu lintas termasuk tindak pidana ringan (tipiring), meski terlihat denda atau hukuman kurungan pengganti denda ringan, bukan berarti pelanggaran itu bisa ditolerir. Karena pelanggaran artinya ada pihak lain yang dirugikan, baik materil maupun moril, cedera hingga meninggal dunia.Ar

You may be interested

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba ke Sekumpulan Pelajar di Dompu
Reskrim
shares3 views
Reskrim
shares3 views

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba ke Sekumpulan Pelajar di Dompu

DIT NARKOBA - Feb 22, 2018

Mataram - Kompol I Nengah Martawan, S.Sos bersama dengan 2 (dua) orang anggotanya atas nama Bripka I Gede Suarsana dan…

Racuni Ayam Milik Warga, Dua Pemuda Digelandang Ke Polsek Kota Selong
Binkam
shares4 views
Binkam
shares4 views

Racuni Ayam Milik Warga, Dua Pemuda Digelandang Ke Polsek Kota Selong

Polres Lotim - Feb 22, 2018

[caption id="attachment_48300" align="alignleft" width="355"] BARANG BUKTI AYAM WARGA YANG MATI AKIBAT DIRACUNI TERSANGKA[/caption] Selong - Kelakuan remaja saat ini terkadang…

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba di SMA Negeri 6 Mataram
Reskrim
shares2 views
Reskrim
shares2 views

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba di SMA Negeri 6 Mataram

DIT NARKOBA - Feb 21, 2018

[caption id="attachment_48285" align="alignnone" width="300"] Binluh Bahaya Lahgun Narkoba ke Sekolah[/caption] Mataram - Kasubag Min Bin Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda…

Leave a Comment

Your email address will not be published.