Razia Gabungan, Sat Lantas Polres Lobar Periksa Kelengkapan Pengendara

12 September, 2017
94 Views

Kediri – Polres Lombok Barat menggelar Razia gabungan bersama dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dalam penertiban terhadap kendaraan roda dua dan empat yang melintas di Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (12/09). Razia gabungan ini terfokus pada kendaraan yang mempunyai masalah dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), pajak kendaraan bermotor dan kelengkapan lainnya seperti helm, plat nomor dan lain-lain.

Kasat Lantas Iptu Lalu Panca Warsa, SH, pada saat apel persiapan razia memberikan arahan kepada anggota yang terlibat untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya, menjaga diri sendiri dan tetap waspada.

“Razia ini digelar untuk memberikan efek jera bagi pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran. Jangan keluar dari aturan yang berlaku, tetap waspada dan jaga diri sendiri pada saat di lapangan”. Ujarnya.

Dalam hal ini, polisi mengacu pada UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 68 ayat 1 yang berbunyi: setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi TNKB dan STNK.

Selain itu, polisi mengacu pada Perkap No. 5/2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan. Dalam Pasal 37 ayat 2 disebutkan bahwa STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan di jalan. Dalam Pasal 37 ayat 3 pada Perkap tersebut juga disebutkan STNK berlaku lima tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan, atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah yang harus dimintakan pengesahan tiap tahun.

Beberapa dari pengendara yaitu Bapak Satria Dedi setuju di lakukannya razia ini, karena pengendara yang tidak taat pada aturan lalu lintas langsung diberikan tindakan berupa tilang dan teguran.

“saya setuju di lakukannya razia ini karena Sanksi yang diberikan berupa tindakan penilangan dan teguran yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Sehingga pengendara yang terkena razia tidak berani mengulanginya lagi  “ujarnya.

Pelanggaran lalu lintas termasuk tindak pidana ringan (tipiring), meski terlihat denda atau hukuman kurungan pengganti denda ringan, bukan berarti pelanggaran itu bisa ditolerir. Karena pelanggaran artinya ada pihak lain yang dirugikan, baik materil maupun moril, cedera hingga meninggal dunia.Ar

You may be interested

Pesta Sabu, Dua Remaja Ini Tangkap Polisi Di Kelurahan Tanjung
Headline
shares6 views
Headline
shares6 views

Pesta Sabu, Dua Remaja Ini Tangkap Polisi Di Kelurahan Tanjung

Polres Bima Kota - Nov 23, 2017

[caption id="attachment_43541" align="alignleft" width="280"] AE dan YL bersama barang bukti saat diamankan di Sat Narkoba Polres Bima Kota[/caption] Bima Kota…

Anggota Dit Res Narkoba Polda NTB Mengikuti Giat Binrohtal
Reskrim
shares4 views
Reskrim
shares4 views

Anggota Dit Res Narkoba Polda NTB Mengikuti Giat Binrohtal

DIT NARKOBA - Nov 23, 2017

Mataram - Kegiatan Binrohtal pada hari Kamis (23/11), pukul 07.30 wita, bertempat di Masjid Polda NTB adalah merupakan kegiatan rutin…

Anev Mingguan
Reskrim
shares3 views
Reskrim
shares3 views

Anev Mingguan

DIT NARKOBA - Nov 23, 2017

Mataram - Anev mingguan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB kali ini dilaksanakan pada hari Rabu (22/11), pukul : 09.00 wita,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.