Kapolres Lombok Tengah Beberkan Rahasia Dibalik Sandi Unik Operasi Ngeremrasa

Kapolres Loteng Bertanya Mengenai Operasi Ngeremrasa (11/09)
Kapolres Loteng Bertanya Mengenai Operasi Ngeremrasa  pada saat gelar pasukan(11/09)

Praya – Ngeremrasa adalah sandi operasi kepolisian yang telah dibuka secara resmi oleh Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah (Kapolres Loteng) AKBP Kholilur Rochman SH SIK MH pada saat pelaksanaan apel gelar pasukan pagi tadi, Senin (11/09) di Alun-alun tastura Kota Praya, Kecamatan Praya. Sepintas ada yang tidak beres dengan nama yang agak nyeleneh ini. Beberapa personel yang ditanya maknanya oleh Kapolres pun hanya dapat geleng-geleng tandak tak mengerti. Hal ini masih terbilang wajar, karena sandi “Ngeremrasa” hanya dimiliki oleh jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) dan baru kali ini dilaksanakan.

“sebagian dari para personel tidak mengetahui operasi yang akan ia laksanakan, jangan sampai kita tidak tahu alasan/dasar kita bertugas.” ujar Kapolres pada kesempatan memberikan amanat di Apel Gelar Pasukan Operasi Ngeremrasa.

Disaat yang bersamaan, AKBP Kholilur juga menjelaskan pada peserta gelar rahasia dari sandi unik operasi kepolisian kali ini. Ngeremrasa merupakan sebuah singkatan dari 4 kata yang berasal dari bahasa dari 4 suku terbesar yang mendiami Provinsi NTB. Nge adalah wujud dari kata ngemong dari bahasa Bali yang berarti mengayomi. Rem berasal dari kata rembuq yang merupakan bahasa suku sasak yang berarti musyawarah. Ra adalah Rawi dalam bahasa suku Bima yang berarti bekerja. Serta Sa diambil dari kata Sabalong milik suku Sumbawa yang berarti Baik.

“Ngeremrasa mengandung makna mengayomi dan musyawarah adalah kerja yang baik,”bebernya.

Ngeremrasa yang berarti mengayomi dan musyawarah adalah kerja yang baik sebenarnya adalah harapan dan alasan mengapa operasi ini dilaksanakan. Tujuannya adalah memaksimalkan fungsi demokrasi pada saat kegiatan pemilihan gubernur 2018 mendatang.

Dibalik nama unik operasi ini juga memiliki keunikan lain yaitu durasi pelaksanaannya. Jika operasi kepolisian biasanya berumur paling lama 2 minggu, operasi ini justru berdurasi 1 bulan full terhitung mulai tanggal 11 September 2017 hingga 10 Oktober 2017. Ini menjadi bentuk keseriusan pihak kepolisian dalam mensukseskan pesta demokrasi milik masyarakat NTB khususnya Lombok Tengah agar terbentuk persaingan secara sehat dan bersih dari isu-isu yang sifatnya dapat memecah belah.

Penulis : Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close