Kapolres Lombok Tengah Beberkan Rahasia Dibalik Sandi Unik Operasi Ngeremrasa

11 September, 2017
181 Views
Kapolres Loteng Bertanya Mengenai Operasi Ngeremrasa (11/09)

Kapolres Loteng Bertanya Mengenai Operasi Ngeremrasa  pada saat gelar pasukan(11/09)

Praya – Ngeremrasa adalah sandi operasi kepolisian yang telah dibuka secara resmi oleh Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah (Kapolres Loteng) AKBP Kholilur Rochman SH SIK MH pada saat pelaksanaan apel gelar pasukan pagi tadi, Senin (11/09) di Alun-alun tastura Kota Praya, Kecamatan Praya. Sepintas ada yang tidak beres dengan nama yang agak nyeleneh ini. Beberapa personel yang ditanya maknanya oleh Kapolres pun hanya dapat geleng-geleng tandak tak mengerti. Hal ini masih terbilang wajar, karena sandi “Ngeremrasa” hanya dimiliki oleh jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) dan baru kali ini dilaksanakan.

“sebagian dari para personel tidak mengetahui operasi yang akan ia laksanakan, jangan sampai kita tidak tahu alasan/dasar kita bertugas.” ujar Kapolres pada kesempatan memberikan amanat di Apel Gelar Pasukan Operasi Ngeremrasa.

Disaat yang bersamaan, AKBP Kholilur juga menjelaskan pada peserta gelar rahasia dari sandi unik operasi kepolisian kali ini. Ngeremrasa merupakan sebuah singkatan dari 4 kata yang berasal dari bahasa dari 4 suku terbesar yang mendiami Provinsi NTB. Nge adalah wujud dari kata ngemong dari bahasa Bali yang berarti mengayomi. Rem berasal dari kata rembuq yang merupakan bahasa suku sasak yang berarti musyawarah. Ra adalah Rawi dalam bahasa suku Bima yang berarti bekerja. Serta Sa diambil dari kata Sabalong milik suku Sumbawa yang berarti Baik.

“Ngeremrasa mengandung makna mengayomi dan musyawarah adalah kerja yang baik,”bebernya.

Ngeremrasa yang berarti mengayomi dan musyawarah adalah kerja yang baik sebenarnya adalah harapan dan alasan mengapa operasi ini dilaksanakan. Tujuannya adalah memaksimalkan fungsi demokrasi pada saat kegiatan pemilihan gubernur 2018 mendatang.

Dibalik nama unik operasi ini juga memiliki keunikan lain yaitu durasi pelaksanaannya. Jika operasi kepolisian biasanya berumur paling lama 2 minggu, operasi ini justru berdurasi 1 bulan full terhitung mulai tanggal 11 September 2017 hingga 10 Oktober 2017. Ini menjadi bentuk keseriusan pihak kepolisian dalam mensukseskan pesta demokrasi milik masyarakat NTB khususnya Lombok Tengah agar terbentuk persaingan secara sehat dan bersih dari isu-isu yang sifatnya dapat memecah belah.

Penulis : Rozian

You may be interested

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba ke Sekumpulan Pelajar di Dompu
Reskrim
shares3 views
Reskrim
shares3 views

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba ke Sekumpulan Pelajar di Dompu

DIT NARKOBA - Feb 22, 2018

Mataram - Kompol I Nengah Martawan, S.Sos bersama dengan 2 (dua) orang anggotanya atas nama Bripka I Gede Suarsana dan…

Racuni Ayam Milik Warga, Dua Pemuda Digelandang Ke Polsek Kota Selong
Binkam
shares4 views
Binkam
shares4 views

Racuni Ayam Milik Warga, Dua Pemuda Digelandang Ke Polsek Kota Selong

Polres Lotim - Feb 22, 2018

[caption id="attachment_48300" align="alignleft" width="355"] BARANG BUKTI AYAM WARGA YANG MATI AKIBAT DIRACUNI TERSANGKA[/caption] Selong - Kelakuan remaja saat ini terkadang…

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba di SMA Negeri 6 Mataram
Reskrim
shares2 views
Reskrim
shares2 views

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba di SMA Negeri 6 Mataram

DIT NARKOBA - Feb 21, 2018

[caption id="attachment_48285" align="alignnone" width="300"] Binluh Bahaya Lahgun Narkoba ke Sekolah[/caption] Mataram - Kasubag Min Bin Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda…

Leave a Comment

Your email address will not be published.