Potret Pilu Warga Dusun Kesambik Yang Merindukan Air Bersih

6 September, 2017
23 Views

Warga terima bantuan air bersih dari Polda NTB

Mataram – Sepanjang tahun mengalami kekeringan sepertinya sudah tidak dirasakan lagi oleh warga Dusun Kesambik, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Hal ini telah menjadi makanan sehari-hari bagi warga yang merindukan adanya air bersih di tempat tinggalnya. Kekecewaan dan rasa pilu terhadap kurangnya akses air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari telah lama dirasakan oleh warga yang bermukim di Dusun Kesambik.

Menurut dari salah satu warga Dusun Kesambik Ibu Nurhayati kepada media, Rabu (6/9) menuturkan bahwa warga sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Kami disini susah untuk mendapatkan air bersih. Biasanya kita membeli air bersih dengan harga yang sangat mahal. Untuk 2500 liter air bersih saja dipatok dengan harga Rp 150.000 . Kalau beli agak murah bisa 1 dirijen hanya Rp 5000 saja namun tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari kita,” ucap Ibu  Nurhayati sambil memanggul air bersih di atas kepalanya.

Lokasi sumber air sangat jauh dari pemukiman warga. Sehingga warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Biasanya pasokan air bersih bisa juga didapat dari air sumur yang lokasinya masih dapat ditempuh oleh warga.

“Warga disini sangat merindukan pasokan air bersih. Maklum, daerah ini sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan akses air bersih. Bahkan untuk minum saja susah. Terkadang warga mengambil air dari sumur yang lokasinya kurang lebih bisa ditempuh sekitar setengah jam sambil membawa beberapa dirijen air dari rumah mereka. Itupun dengan kapasitas jumlah air yang kurang memadai,” timpal Kepala Dusun Kesambik Bapak H. Salman.

warga tengah mengisi ember dengan air bersih

Tidak hanya itu, warga pun banyak mengeluh dengan situasi yang terjadi saat ini. Baginya, kekeringan yang selalu datang di desanya sepanjang tahun telah menghambat kegiatan mereka.

“Biasanya air yang kami beli  digunakan hanya untuk keperluan memasak dan minum saja. Sedangkan untuk mencuci dan mandi kami pergi ke sebuah telaga. Kadang mungkin kami bisa tidak mandi karena air sangat susah disini. Kami ingin seperti warga lainnya yang bisa menikmati air bersih dan tidak susah payah untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Nurhayati dengan raut wajah penuh pengharapan.

Kepala Desa Labuan Tereng Humaidin Husain juga menambahkan bahwa usulan untuk diajukannya pembangunan sumur bor yang mempunyai kapasitas besar di tiga titik semoga dapat segera terealisasi guna meringankan beban warga. (yos/cle)

You may be interested

Lantas
shares0 views

HUT Lantas ke-62, Polres Sumbawa Laksanakan Donor Darah

Polres Sumbawa - Sep 22, 2017

Sumbawa Besar - Memperingati Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas ke-62 pagi tadi (20/9) Satuan Lalu Lintas Polres Sumbawa mengadakan…

Terbang ke Bima, Hari ini Kapolda NTB Lantik Dua Kapolres
Headline
shares6 views
Headline
shares6 views

Terbang ke Bima, Hari ini Kapolda NTB Lantik Dua Kapolres

adminpolda 7 - Sep 22, 2017

[caption id="attachment_39826" align="alignnone" width="600"] Kapolda NTB pimpin upacara serah terima jabatan Kapolres Bima dan Kapolres Bima Kota[/caption] Mataram - Dijadwalkan…

Umum
shares2 views

Lagi-Lagi Tahlukan Si Jago Merah, AWC Disebut Serbaguna

Polres Sumbawa - Sep 22, 2017

Sumbawa Besar - Sepertinya membuang putung rokok sembarangan bukan hal sepele, Lahan kering landasan Bandara Sultan Muhammad Kaharudin Brang Biji…

Leave a Comment

Your email address will not be published.