Wakapolda NTB Minta Pengamanan Shalat di Masjid Polda Diperketat

Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Imam Margono

Mataram – Menanggapi serangan teror yang pernah terjadi beberapa waktu lalu di wilayah hukum Polda Metro Jaya terkait aksi penikaman yang dilakukan oleh terduga teroris terhadap salah satu personil Polri yang sedang menunaikan ibadah shalat isya di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Imam Margono kembali mengingatkan personil agar lebih waspada dalam melaksanakan akitifitas di lapangan.

Disampaikan oleh Wakapolda melalui media Tribratanews NTB sembari menunggu kedatangan tim Komisi III DPR RI di ruang VIP Lombok Internasional Airpotr (LIA) kemarin, Rabu (23/8), personil Sabhara yang sudah ditugaskan melakukan pengamanan shalat di Masjid Baitussalam Polda NTB agar tidak lengah terutama pada waktu yang riskan.

“Jangan sampai ada yang menjadi korban akitat kelalaian kita, baik dari masyarakat maupun personil Porli, terutama waktu yang paling rawan yakni ketika shalat shubuh dan isya,” perintah Wakapolda.

Saat melakukan pengamanan, mulai dari gerbang masjid, hendaknya personil cermat saat menggeledah barang bawaan jamaah yang akan memasuki wilayah masjid, terutama ketika memasuki bangunan masjid, ‘Secdoor’ harus sudah siap dan personil sigap dalam mengecek barang bawaan tersebut dengan lebih teliti.

“Musti lebih peduli, jangan apatis saat mengecek orang yang masuk, karena target di masjid adalah target yang paling mudah ditembus teroris karena siapapun bisa kesitu, apalagi alasan ibadah, kita tidak mungkin melarang orang yang ingin melaksanakan ibadah,” ujarnya.

Suksesnya pengamanan yang dilakukan oleh personil Sabhara di masjid akan menggambarkan bagaimana kinerja sabhara di lapangan saat melakukan turjawali (pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli), karena personil Sabhara memang diandalkan untuk bisa melaksanakan tugas tersebut.

“Karena ini menggambarkan kepedulian kinerja personil Sabhara saat melaksanakan pengamanan di lapangan, di tengah masyarakat, jadi harus lebih cermat lagi saat mengawasi orang yang keluar masuk masjid, terutama waktu yang kritis, jangan sampai lengah apalagi berjaga dengan setengah tidur,” ujarnya saat diwawancara. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close