Hari Raya Kurban, Polisi Minta Jangan Potong Sapi Betina Produktif

Direktur Binmas Polda NTB Kombes Pol. Benny Basir Warmansyah saat memberikan materi sosialisasi

Mataram – Berdasarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4) meyebutkan bahwa “Setiap Orang dilarang menyembelih Ternak ruminansia kecil betina produktif atau Ternak ruminansia besar betina produktif.”

Untuk itu, Direktur Binmas Polda NTB Kombes Pol. Benny Basir Warmansyah memberikan materi seputar larangan pemotongan terhadap sapi betina produktif kepada masyarakat di Kantor Dinas Peternakan Lombok Timur kemarin, Senin (21/8).

Ditemui di ruang kerjanya siang tadi, Selasa (22/8) Dir Binmas menuturkan, kegiatan sosialisasi yang dilakoninya kemarin juga berbekal perintah Kabaharkam Polri untuk menindaklanjuti MoU yang telah disepakati bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Terkait larangan pemotongan sapi betina produktif, itu ada aturannya, sudah saya sampaikan kepada para Bhabin untuk meneruskan informasi tersebut kepada warga desa binaannya,” tutur Dir Binmas kepada media Tribaratanews NTB.

Pada acara yang dihadiri oleh seluruh Bhabinkamtibmas Polres Lotim, para penjagal sekabupaten Lotim, Dokter Hewan dan masyarakat, Dir Binmas menyampaikan, larangan pemotongan sapi betina produktif untuk menjaga populasi sapi.

“Yang dipotong untuk kurban hendaknya yang jantan, yang betina kan bisa dibiarkan untuk memproduksi sapi lagi, sehingga di wilayah hukum Polda NTB ini khususnya di Kabupaten Lotim populasi sapi semakin hari semakin banyak” ujarnya.

Dir Binmas berharap, setelah diselenggarakan sosialisasi, masyarakat semakin mengerti dan paham serta tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan.

“Karena sesuai harapan Dirjen Peternakan dan Kesahatan Hewan melaui MoU bersama Kabaharkam Polri, masyarakat bisa ditertibkan, targetnya tahun 2017 ini pemotongan terhadap sapi betina produktif menurun,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close