Belajar Dari Kejadian di Barcelona, Polda NTB Perkuat ‘Buddy System’

ilustrasi teroris

Mataram – Serangan teror kelompok berakal prematur masih belum usai, bukan hanya di Indonesia, kelompok yang menyemat dirinya dengan label ISIS diduga melakukan aksi teror di La Rambla, Barcelona, Spanyol, (17/8).

Kepala Satuan Brimob Polda NTB Kombes Pol Taufik Hidayat, S.H., menyampaikan tanggapannya mengenai kejadian nahas tersebut saat memberikan arahan apel pagi tadi, Senin (21/8) di Lapangan Gajah Mada Polda NTB.

“Serangan yang diduga dari kelompok ISIS tersebut melakukan tabrakan menggunakan mobil van pada kerumunan massa dengan menewaskan kurang lebih 13 orang, kejadian tersebut tentu menjadi perhatian bagi kita, Polri,” ujarnya di hadapan seluruh personil Polda NTB.

Ditegaskan oleh Kasat Brimob, serangan tersebut menjadi atensi bagi Polri sebagai aparat yang tugas pokoknya melindungi masyaralat.

“Selain institusi kita yang juga menjadi target utama mereka, kewajiban kita juga melindungi masyarakat dari teror tersebut,” tegasnya.

Dia memerintahkan agar personilnya melakukan patroli di tempat-tempat yang ada kerumunan masyarakat, misal di lapangan atau taman kota tempat masyarakat sering berkumpul terutama di lokasi wisata.

Juga diimbau oleh Kasat Brimob agar personil yang melaksanakan patroli ataupun pengamanan tidak melakukannya dengan cara bergerombol, tetap terapkan sistem berkawan (buddy system).

“Rekan-rekan yang bertugas di lapangan tolong jangan bergerombol, semestinya kita pecah, upayakan jangan berdekatan, empat atau lima meter saling mengawasi,” imbau Kasat Brimob.

Kasat Brimob mengingatkan agar dalam melaksanakan tugas apapun, seluruh personil tidak meremehakn situsasi dan kondisi di lapangan agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan baik dari personil Porli maupun masyarakat. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close