Di SMP Islam Terpadu, Wakapolda NTB Bicara Tentang Generasi Qur’ani yang Cinta NKRI

Wakapolda NTB Kombes Pol. Drs. Imam Margono saat memberikan materi

Mataram – Masih dalam suasana menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, Wakapolda NTB Kombes Pol Drs Imam Margono bertandang ke Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Bukit Qur’an Nusantara siang tadi, Sabtu (19/8) sekitar pukul 11.00 wita di Kelurahan Seruni Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Dia mengisi materi tentang bagaimana seharusnya menjaga nasionalisme.

Di hadapan seluruh santri yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat, Wakapolda mengajak santri untuk mendalami hakikat patriotisme.

Disampaikan Wakapolda, dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dan keadaan Indonesia agar tetap utuh dan lebih baik kedepan, para santri harus mampu menjadi generasi Qur’ani yang cinta tanah air, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mencetak generasi Qur’ani yang cinta NKRI, itulah tugas kami sebagai bangsa terdahulu dalam mempersiapkan generasi masa depan untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Wakapolda menyampaikan, Indonesia harus diisi dengan bangsa yang cinta terhadap negara dan agamanya, agar dapat memaknai sejarah beserta seluruh perjuangan para pahlawan.

“Disampaikan tadi oleh Kepala Sekolah, disini sudah ada tujuh santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz, saya bangga dengan anak-anakku karena itu merupakan kitab suci kita, Firman Allah, apalagi jika ketujuh santri tersebut cinta terhadap tanah airnya, agamanya, berakhlak baik terhadap sesama, bertoleran, inilah santri yang sangat cocok untuk melanjutkan perjuangan kami menjaga Indonesia,” ujar Wakapolda.

Di tengah antusiasme para santri mendengar materi dari Wakapolda, dia mengimbau, seluruh santri jangan sampai terpengaruh oleh paham-paham yang dapat merusak diri sendiri dan mencelakai orang lain, salah satu cara pencegahannya dengan menjaga interaksi terhadap orang yang tidak dikenal.

“Santri yang cinta NKRI itu harus tahu dan kenal betul siapa Tuhannya, dengan segala kasih sayang-Nya, agar kedepan tidak terpengaruh dengan paham radikal, juga harus mampu bertanggung jawab dengan dirinya sendiri supaya bisa menjaga diri dari segala hal yang merusak,” pungkas Wakapolda. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close