Kapolda NTB: Keberagaman adalah Takdir, Perbedaan merupakan Keniscayaan

Kapolda NTB saat memberi ceramah dihadapan Mahasiswa

 

Mataram – Masih dalam susasana kebhinnekaan, perenungan nilai-nilai heroik bangsa terdahulu yang mewarisi keberagamannya untuk dapat menjadi satu dan utuh serta merdeka dalam satu bahasa ‘Indonesia’.

Menjadi tantangan tugas bagi Polri dalam melanjutkan misi perjuangan pemersatuan, Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si, bertandang ke Universitas Mataram siang tadi, Kamis (17/8) sekitar pukul 14.00 wita menyampaikan pesan-pesan moral proklamasi, kemerdekaan dan keberagaman yang dikemas dengan tema “Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB)” dalam rangkaian pelaksanaan ospek Tahun Akademik 2017/2018 Unram.

Dihadapan seluruh mahasiswa baru yang berjumlah ribuan orang, Kapolda menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang juga dapat memicu konflik.

“Indonesia memiliki ragam suku, bahasa, adat, budaya maupun agama, hal tersebut merupakan kekayaan bangsa, keberagaman yang bahkan tidak terdapat di negara lain, namun karena perbedaan kepentingan, justru bisa menimbulkan konflik,” ujarnya di Auditorium Yusuf Abubakar Unram.

Oleh karena itu, Kapolda mengajak seluruh mahasiswa yang akan menempuh kehidupan baru dalam dunia perkuliahan untuk turut serta menjaga dan mengelola keberagaman Indonesia menjadi potensi yang bisa memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Keberagaman adalah takdir, ini sudah dari Tuhan, patut kita syukuri, Perbedaan juga merupakan keniscayaan, tinggal bagaimana kita mengolah semua karunia Tuhan dalam wujud perbedaan-perbedaan tersebut menjadi potensi keberagaman yang bermaslahat bagi sesama,” imbau Kapolda.

“Langkah awalnya yakni jangan menjadi pelaku kejahatan, tidak mengkonsumsi narkoba dan jauhkan diri dari jangkauan paham radikal yang menolak pancasila sebagai ideologi negara, kemudian bersikaplah toleran terhadap perbedaan, karena Indonesia dari awal memang sudah dibentuk dengan keberagaman,” imbuhnya.

Kapolda menilai, civitas akademisi adalah bagian yang tidak boleh dipisahkan dari elemen pelengkap kebhinnekaan, oleh karena itu, saat memberikan materi, Kapolda mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menilik ke belakang merenungi semangat sumpah pemuda yang kini kian luntur dalam jiwa generasi penerus bangsa.

“Seolah sudah dimakan zaman, sumpah pemuda 1928 harus dikobarkan lagi api semangatnya dalam sanubari kita, terutama bagi anak muda, Indonesia masih bisa bersatu berkat keyakinan yang mantap dalam semboyan ‘satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa’,” pungkasnya. (azi/gin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close