Para Pengedar Mulai Rambah Dunia Maya Untuk Tawarkan Narkoba, Masyarakat Harus Ekstra Protektif

LT (27) dan beberapa barang bukti yang berhasil diamankan (11/08)
LT (27) dan beberapa barang bukti yang berhasil diamankan (11/08)

Praya – tampaknya masyarakat harus ekstra berhati – hati dalam menjaga anak-anak dari bahaya narkoba. Ternyata arus globalisasi juga membuka peluang perkembangan bisnis barang haram ini kepada areal atau zona yang lebih luas. Seorang pengedar yang menjajakan Narkotika jenis shabu melalui situs media sosial terungkap dan berhasil diciduk oleh Tim Opsnal Satuan Narkoba Kepolisian Resor Lombok Tengah (Polres Loteng), Jum’at (11/08) lalu tepat di depan Alfamart Biao, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya.

LT (27) pria asal kelurahan semayan yang berprofesi sebagai pengedar narkotika golongan I bukan tanaman berjenis shabu ini tertangkap ketika menguasai satu poket shabu di saku celananya. Awalnya tim penyidik mengira LT hanya seorang penyalah guna, ternyata pemuda 27 tahun ini mengaku sempat menjadi penyuplai shabu dan menggunakan media sosial Facebook sebagai perantara. Tertangkapnya pelaku membuat petugas kepolisian menyita barang bukti lain berupa 1 unit handphone android yang biasa digunakan untuk bertransaksi, sebuah korek api dan uang sejumlah Rp 550.000 rupiah kemudian diamankan ke Mapolres untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“kami menangkap LT di depan alfamart lengkap dengan shabu, uang tunai lima ratus ribu rupiah dan barang bukti lainnya”terang kepala Satuan Narkoba AKP Muhaemin SH SIK.

Dengan sudah bebas dan maraknyanya gadget dan media sosial di kalangan anak-anak hingga para pemuda. AKP Muhaemin tidak henti-hentinya menghimbau agar peran orang tua dan kerabat dekat lebih dimaksimalkan dengan tetap melakukan proteksi terhadap media sosial yang digunakan. Ditakutkan kecerobohan orang tua dapat membuka peluang bagi para bandar dan para pengedar untuk mencekoki para penerus bangsa dengan bahaya narkoba.

 “diharapkan kepada para orang tua, keluarga atau sanak famili dalam mengawasi secara ketat media sosial yang dikuasai oleh para anak-anak agar tidak ikut – ikutan dalam sepak terjang narkoba. Entah itu sebagai bandar, pengedar atau hanya pengguna sekalipun dampaknya akan sangat besar termasuk masa depan korban, keluarga hingga negara.” himbaunya

Penulis : Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close