Di NTB, Polisi Terlibat Narkoba Terancam Dipecat

Kabid Propam Polda NTB AKBP Gatut Kurniadin, SH., SIK

Mataram – Sejalan dengan kebijakan Kapolri yang menegaskan bilamana ada anggota Polri yang terlibat kasus narkoba, maka akan diberikan sangsi tegas, bahkan bila perlu ditembak mati apabila terindikasi sebagai bandar. Polda NTB pun tidak tanggung-tanggung menerapkan kebijakan ini.

Berdasarkan data dari Subbid Wabprof (Pertangungjawaban Profesi) Bid Propam Polda NTB, sedikitnya ada delapan orang yang dipecat pada tahun 2016 dan satu orang di tahun 2017 karena terlibat kasus narkoba.

Kabid Propam Polda NTB AKBP Gatut Kurniadin SH., SIK menerangkan tentang sanksi yang diberikan kepada anggota Polri yang terlibat narkoba diatur di dalam PP nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polisi, Senin (7/8) di ruang kerjanya.

“Sanksi terhadap anggota yang terlibat perkara pidana diantaranya adalah anggota Polri yang tersangkut persoalan pidana dan tidak layak lagi jadi anggota polisi itu diberhentikan jadi polisi,” paparnya.

Menurutnya, tidak hanya kasus narkoba, tetapi apabila ada anggota Polri yang terlibat kasus pidana lain yang punya ancaman hukuman di atas lima tahun juga direkomendasikan untuk dipecat.

“Mereka yang dinilai tidak layak menjadi anggota polisi itu dapat diberhentikan,” tegasnya.

Bahkan dijelaskan dia, tidak melulu harus dengan ancaman penjara di atas lima tahun baru dapat dipecat, tetapi bila syarat – syaratnya telah terpenuhi, anggota yang terlibat perkara pidana dapat diberhentikan dengan tidak hormat.

“Sebetulnya tidak mutlak  harus ancaman lima tahun, kalau memang perbutannya itu menjadi perhatian publik, viral di media massa, menimbulkan turunnya citra Polri, bisa diajukan pemberhentian tidak dengan hormat,” pungkasnya. [hoff]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close