Kedapatan ‘Nyogok’, Empat Calon Polisi di NTB Digugurkan

7 Agustus, 2017
344 Views
    Wakapolda NTB Kombes Pol Imam Margono saat memberikan sambutan

Mataram – Penerimaan terpadu Bintara Polri tahun anggaran 2017 panitia daerah (panda) NTB telah memasuki tahap akhir penetapan kelulusan yang dilaksanakan kemarin, Sabtu (5/8) bertempat di Gedung Sasana Dharma Polda NTB.

Dari hasil supervisi, sebanyak 190 calon siswa dinyatakan memenuhi syarat dengan adanya perwakilan dari setiap kota/kabupaten di Nusa Tenggara Barat.

Namun, dari Mabes Polri, quota yang diberikan untuk Polda NTB sebanyak 162 siswa dengan rincian 146 siswa bintara polki tugas umum, sembilan siswa bintara polwan tugas umum, lima siswa bintara polki tugas khusus TI dan dua bintara polwan tugas khusus TI.

Dari keseluruhan calon siswa yang dinyatakan lulus dan terpilih menuju pendidikan, empat orang diantaranya terindikasi melakukan praktek suap oleh tim pengawas internal, orang tua calon siswa tersebut diketahui melakukan sogokan sehingga anaknya dinyatakan tidak lulus.

Wakapolda NTB Kombes Pol Drs. Imam Margono selaku Wakil Ketua Panitia Daerah pun geram. Dia menyampaikan kepada seluruh calon siswa maupun orang tua agar tidak melakukan hal serupa.

“Empat calon Polisi, yang seharusnya lulus menjadi tidak lulus akibat kelakuan orang tuanya, saya sudah ingatkan dari awal tatap muka saya bersama bapak dan Ibu sekalian saat membuka proses seleksi, jangan lakukan pelanggaran, menyogok oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Wakapolda saat sambutannya sebelum pengumuman hasil tes penerimaan calon terpadu.

Diketahui, keempat calon siswa tersebut antara lain, dua calon Bintara tugas umum, satu calon Bintara Polwan tugas umum dan satu calon Bintara tugas khusus teknologi informasi, keempatnya memiliki nilai yang sangat bagus tapi akhirnya tidak diluluskan.

“Keempatnya seharusnya disini masuk, lulus menjadi calon Polisi, tapi karena orang tuanya memberikan uang dan ketahuan, anaknya tidak jadi diluluskan, saya tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan kecewa anak-anak itu, karena yang salah justru orang tuanya sendiri,” ucap Wakapolda.

Dia menegaskan, bagi orang tua siswa yang anaknya berhasil lulus menuju pendidikan, jangan bernafas lega, jika nanti di kemudian hari diketahui oleh tim pengawas internal pernah melakukan sogokan, maka anaknya akan dikeluarkan dari SPN.

“Kalau toh di depan saya ini berhasil masuk pendidikan namun ada yang belum ketahuan, tim pengawas internal akan tetap melakukan penyelidikan, setelah ditemukan dan terbukti, siswanya akan langsung saya pecat,” tegasnya.

Dia juga menambahkan, akan segera memproses oknum anggotanya yang terlibat dalam praktek sogok menyogok ini. Prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH) dalam setiap penerimaan Polri tetap dikedepankan tanpa pandang bulu. (azi/gin)

You may be interested

Team Opsnal Polres Mataram Berhasil Meringkus Pelaku Pencurian Mobil
Reskrim
shares5 views
Reskrim
shares5 views

Team Opsnal Polres Mataram Berhasil Meringkus Pelaku Pencurian Mobil

Polres Mataram - Okt 23, 2017

Mataram - Team Opsnal Reserse Kriminal Polres Mataram berhasil meringkus pelaku pencurian kendaraan roda empat pada hari Jum'at (20/10). Pelaku…

Polsek Gunung Sari Bubarkan Judi Sabung Ayam
Reskrim
shares6 views
Reskrim
shares6 views

Polsek Gunung Sari Bubarkan Judi Sabung Ayam

Polres Mataram - Okt 23, 2017

Mataram - Polsek Gunung Sari beserta jajarannya membubarkan tempat judi sabung ayam yang berada di Dusun Medas Kecamatan Gunung Sari…

Satresnarkoba Polres Bima Kembali Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba
Headline
shares3 views
Headline
shares3 views

Satresnarkoba Polres Bima Kembali Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba

Polres Bima Kabupaten - Okt 22, 2017

Panda - Minggu (22/10) Satresnarkoba kali ini kembali berhasil menangkap pelaku pengedar narkoba. Pelaku berinisial S (38 thn) ini tertangkap basah…

Leave a Comment

Your email address will not be published.