Operasi Merkuri Gatarin 2017, Tim akan Cek Mulai dari Bandara dan Pelabuhan

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol. Anom Wibowo selaku Kasatgasda Ops Merkuri Gatarin 2017

Mataram – Untuk menekan peredaran merkuri, Polda NTB saat ini sedang melakukan operasi khusus. Direktur Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda NTB Kombes Pol. Anom Wibowo selaku Kasatgasda Ops Merkuri Gatarin 2017 mengatakan, pihaknya akan lakukan patroli kewilayah-wilayah tertentu, seperti pintu masuk perbatasan seperti bandara dan pelabuhan, termasuk juga beberapa lokasi yang dicurigai memiliki kecenderungan pemakai bahan kimia berbahaya ini.

“Patroli nantinya diarahkan ke daerah-daerah yang terindikasi pengguna merkuri, seperti pertambangan,”tuturnya kepada peserta Lat Pra Ops Merkuri Gatarin 2017 di hanggar Polda NTB, Kamis (27/7).

Dalam operasi tersebut ada juga satgas yang mengemban tugas bidang penyuluhan. Satgas ini akan mengunjungi daerah yang potensial menggunakan merkuri, misalnya ke toko-toko emas, untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan merkuri.

“Maksudnya, ketika dilakukan penyelidikan mereka sudah mendengar, harapannya ketika operasi merkuri ini berjalan, mereka paham dan tau larangan penggunaan merkuri ini,” kata Anom.

Dalam kesempatan yang sama, Anom menceritakan kalau pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap seseorang yang tertangkap di Lombok Timur ketika akan mengirim merkuri ke wilayah bima.

“Rupanya pesanan dari seseorang dari wailayah Bima, berikut, alat tromol untuk memproses emas, karena memang daerah kita banyak yang rusak alamnya, karena tambangnya menggunakan merkuri seperti ini, ini kalau kena disungai terus sapinya minum, sapinya kita makan, itu berbahaya,” paparnya.

Menurutnya, diperlukan steatmen matang dari diri tim masing-masing satgas untuk mencegah masuknya merkuri ke wilayah NTB, karena tak menutup kemungkinan para penyalahguna merkuri ini memiliki koneksi dan alat komunikasi yang baik, sehingga sulit untuk diungkap.

“Karena orang-orang ini tentu memiliki jaringan, apakah dia punya koneksi dengan aparatur ataukah dia memiliki fasilitas, apakah itu transportasi peralatan atau alat komunikasi yang baik sehingga tidak mudah, maka diperlukan kesungguhan kita,”tandasnya. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close