Reserse se – NTB Kumpul Bentuk Jaringan Solid Antisipasi Kejahatan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji

Mataram – Evaluasi terhadap kasus – kasus 3C (curas, curat dan curanmor) termasuk kasus – kasus penganiayaan yang menyebabkan korban luka berat bahkan sampai ada yang meninggal dunia, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB melakukan peningkatan kemampuan personil dengan latihan menembak dan membangun jaringan untuk mengungkap kasus – kasus tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji usai mengawasi latihan menembak yang dilakukan anggotanya, membeberkan kepada media perihal evaluasi gangguan kamtibmas semester 1 Januari sampai Juli 2017 di lapangan tembak Sat Brimob Polda NTB, Kamis (27/7).

“Kami melakukan evaluasi itu kemudian kita melihat ternyata ada hal – hal yang perlu ditingkatkan kemampuannya, termasuk menyatukan jaringan – jaringan informasi baik dari Polda bergabung dengan Polres,” ujarnya.

Tidak menyiakan saat berkumpulnya anggota opsnal Dit Reskrimum Polda NTB, seluruh anggora Sat Reskrim Polres jajaran dan unit Resmob Sat Brimob Polda NTB yang mengikuti pelatihan menembak, Direktur Reskrimum memanfaatkan pertemuan itu untuk membina jaringan.

“Inilah momennya menyatukan seluruh reserse yang ada di Nusa Tenggara Barat ini, menyamakan persepsi meningkatkan kemampuan,” ungkapnya.

Kombes Pol Kristiaji menambahkan, apabila ada kasus pencurian, dengan jaringan yang sudah terbentuk, maka seluruh anggota reskrim yang ada di wilayah NTB akan lebih mudah berkoordinasi dalam mengungkap kasus tersebut.

“Ada pencurian misalnya sepeda motor jenis apa, roda empat jenis apa, seluruhnya tahu, sehingga seluruh anggota opsnal yang ada di Nusa Tenggara Barat ini akan bergerak secara bersama-sama untuk melakukan pencarian,” paparnya. [hoff]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close