Selesaikan Permasalahan Dengan Jalan Damai, Ini Bentuk Soliditas Polri dan TNI di NTB

Wakapolda NTB Kombes Pol Drs Imam Margono (tengah) DanbrigInf Kupang Kolonel Infantri Andre Saputro (kanan) didampingi Danrem 162/WB Kolonel Infantri Farid Makruf, M.A. (kiri) mengadakan konfrensi pers di Lobi Polda NTB.

Mataram – Pihak TNI dan Polri mengadakan pertemuan untuk selesaikan permasalahan yang terjadi akibat pemukulan Bripka Dody Iskandar, anggota Satuan Lantas Polsek Ampenan yang sedang mengatur lalu lintas, Rabu (19/7) kemarin oleh Pratu Dedy Gustaman, anggota Kompi Senapan D (BETUN) Yonif 744/SYB Kupang yang sedang cuti di Mataram.

Wakapolda NTB Kombes Pol Drs Imam Margono bersama DanbrigInf Kupang Kolonel Infantri Andre Saputro didampingi Danrem 162/WB Kolonel Infantri Farid Makruf, M.A. usai mengadakan konfrensi pers di Loby Mapolda NTB pagi tadi, Kamis (20/7) dalam rangka menjaga soliditas TNI dan Polri di NTB.

“Polda NTB sangat menghargai kedatangan dari Danbriginf Kolonel Andre datang kesini meminta maaf, kemudian juga melaporkan bahwa yang bersangkutan prajuritnya sekarang sedang ditangani POM,” ujar Wakapolda.

Dalam kesempatan yang sama DanbrigInf Kupang Kolonel Inf. Andre Saputro menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan anggotanya yang diakuinya melakukan pelanggaran.

“Hari ini kami bersilaturahmi memohon maaf keikhlasan dan kerelaan pimpinan Polda maupun Korem atas kenakalan prajurit, Insya Allah sore ini saya akan bawa prajurit saya ke BrigInf dan saya berjanji dalam waktu singkat akan saya jatuhi hukuman sesuai norma dan aturan yang ada di satuan kami,” ungkap Kolonel Inf. Andre Saputro.

Danrem 162 Wira Bhakti Kolonel Infantri Farid Makruf, M.A. yang juga hadir mengaku menyesali kejadian pemukulan tersebut, dirinya menilai, tindakan itu mengganggu soliditas yang telah terjalin antara TNI dan Polri di wilayah NTB.

“Saya menyesalkan ada anggota TNI yang berbuat sewenang – wenang kepada personil Polri yang sedang bertugas, saya berharap itu tidak terjadi lagi,” kata Kolonel Infantri Farid Makruf, M.A.

Danrem 162/WB menambahkan, bahwa dirinya akan memerintahkan Dandim dan Danramil agar siapapun anggota TNI yang melaksanakan cuti ke wilayahnya harus meminta izin terlebih dahulu.

“Siapapun anggota TNI yang cuti ke wilayah saya, harus ijin dulu kepada Danramil, Dandim dan mengatakan bahwa jangan membuat ulah macam – macam di wilayah ini, karena TNI dan Polri disini sangat akrab dan kondusif,” tegas Danrem 162 Wira Bhakti.

Pada akhirnya kedua belah pihak yang telah membuktikan soliditas yang baik antara TNI dan Polri di wilayah NTB menegaskan bahwa bila ada pemberitaan yang tidak jelas di media online maupun media sosial agar tidak dikembangkan karena sudah dianggap selesai pada hari ini. [hoff]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close