Kapolda NTB Turun Redam Ribut Antar Kampung di Bima

Kapolda NTB buka paksa blokade jalan di bima

Mataram – Pemblokiran jalan yang menjadi ujung peristiwa perang kampung yang terjadi di perbatasan antara Desa Penapali dan Desa Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Kapolda NTB Brigadir Jenderal Polisi Drs. Firli, M.Si turun langsung ke TKP, membuka blokade jalan dan berusaha meredam aksi ribut antar kampung yang terjadi sejak Jum’at 26 Mei 2017 kemarin.

Dipimpin Kapolda NTB, pejabat Polda NTB, Karo Ops, Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya, Kasatbrimob Polda NTB, Kombes Pol Taufik Hidayat, dan Kapolres Bima, AKBP M Eka Fathurrahman, serta Kapolres Bima Kota, AKBP Ahmad Nurman Ismail, berhasil membuka blokade jalan yang sempat berisi tegang dari masyarakat talabiu dengan melakukan aksi pelemparan menggunakan batu dan panah, serta sebagian ada yang berusaha melawan menggunakan parang.

“Usai buka blokade jalan yang diblokir masa, Kapolda NTB juga mengunjungi korban konflik yang dirawat di rumah sakit bima,” ungkap ungkap Kabid Humas Polda NTB AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti, M.M, Sabtu, (27/5).

Kapolda NTB jenguk korban konflik talabiu

Tepatnya jalan di Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, pemblokiran jalan menjadi rentetan permasalahan yang berawal dari penyerangan ke Dusun Godo Desa Dadibou oleh Desa Penapali di areal tambak ikan, pada saat yang hampir bersamaan warga Desa Dadibou melakukan penyerangan di areal persawahan perbatasan Desa Dadibou dan Desa Penapali  tepatnya di belakang Kantor Bupati Bima namun dapat dihalau oleh aparat gabungan Polres Bima bersama TNI.

kemudian sekitar pukul 13.20 wita bertempat di So Santira perbatasan Desa Kalampa dan Desa Dadibou malah terjadi pembakaran satu unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter Z milik H Abdullah (58) dari Desa Kalampa yang saat kejadian tersebut sedang dikendarai oleh Zubaidah (57). Akibat kejadian pembakaran sepeda motor tersebut, warga Desa Kalampa melakukan pemblokiran jalan di perbatasan Desa Kalampa dan Desa Dadibou.

Tidak selesai sampai di situ. sekitar pukul 15.45 wita, di depan Kantor Bupati Bima Dusun Godo Desa Dadibou Kecamatan Woha kembali terjadi saling serang antara warga gabungan Desa Penapali dan Desa Talabiu dengan warga Desa Dadibou menggunakan panah dan batu.

Hingga saat ini situasi sudah terkendali dan sudah ada kesepakatan antara polisi, pemerintah setempat dengan warga yang segera akan ditindaklanjuti.

“Kami sudah menahan empat orang warga yang diduga memiliki sajam, panah, dan bom molotov, saat ini juga sedang memburu terduga provokatornya,” imbuh Kabid Humas Polda NTB AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti. M.M. (yos)

anak panah dan ketapel yang disita petugas

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close