Jelang Puasa Kunang-Kunang Kamtibmas Diperkuat, Polres Loteng Tak Mau Lengah

Sajam dan Kunci T yang berhasil diamankan dalam Kunang – Kunang Kamtibmas (22/05)

Praya – untuk mendompleng persentase keamanan menjelang bulan Suci Ramadhan Kunang – Kunang Kamtibmas Kepolisian Resor Lombok Tengah mulai diperkuat dan diperketat. Hal ini dibuktikan dengan dengan tertangkapnya dua pemuda yang kedapatan menyimpan, memiliki serta menguasai sebuah senjata tajam dan kunci leter T pada saat pelaksanaan razia kunang-kunang di depan Masjid Jami’ Praya pada Senin Malam (22/05) .

Penguatan dan pengetatan Kunang-kunang tidak hanya dalam aspek target operasi yang lama saja namun berlaku pada target tambahan yang merupakan fenomena khas yang terjadi saat bulan puasa. Jika sebelumnya target kunang-kunang ini hanya kendaraan bermotor bodong, masyarakat yang menguasai dan memiliki senjata tajam dan kunci T, miras dan narkoba kini Kunang-Kunang juga akan melirik penjual dan pelaku perang mercon/petasan, balap liar hingga rumah makan yang dibuka pada pagi sampai siang hari sepanjang bulan Ramadhan.

“ada beberapa kegiatan yang menjelang bulan ramadhan ini akan kita tingkatkan, diselaraskan dengan meningkatnya gangguan kamtibmas yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah masyarakat pada bulan suci Ramadhan,” Ujar Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah (Kapolres Loteng) AKBP Kholilur Rochman SH SIK MH.

Sweeping Kunang-kunang, Pekan Santri, Dialog Sahur, Sahur On The Road, dan patroli Ngabuburit digadang-gadangkan akan berperan penting dalam menstabilkan keadaan kamtibmas diwilayah hukum Polres Lombok Tengah dibarengi dengan kegiatan represif yang akan memberi efek jera bagi masyarakat yang tidak mau mengikuti aturan.

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya mengenai fenomena “tanpa petasan, puasa dan lebaran kurang afdol” AKBP Kholilur Rochman akan menindak tegas para penjual dan pengguna si kecil biang ribut ini karena dinilai telah melanggar Undang-Undang darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187, Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang bahan peledak.

Ancaman serius juga dilontarkan oleh polisi berpangkat dua melati ini kepada siapa saja yang terlibat dalam balapan liar. Tidak tanggung-tanggung ia pastikan dan tegaskan masyarakat yang terlibat berikut kendaraannya yang terjun langsung ke arena balap liar akan mendekam dibalik kelamnya jeruji besi hingga lebaran usai. Hal ini beliau kemukakan di tengah-tengah rapat bersama para Pejabat Desa, Kecamatan dan juga Pejabat Kabupaten pada Selasa (16/05) lalu yang sontak dilagukan setuju oleh seluruh peserta rapat.

Penulis & Publish : Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close